1.500 Hafiz Siap Diterjunkan ke Desa se-Jabar

oleh -80 views

SOSBUD – Setelah dicanangkan pada 9 November 2018 di Pesantren Al-Falah 2 Nagreg, program unggulan Gubernur Jawa Barat Satu Desa Satu Hafiz (Sadesha), sejak Kamis (5/12/2019) resmi berjalan. Program ini dilaksanakan oleh Pengurus Wilayah Jam’iyyatul Qurro wal Huffazh (PW JQH) NU Jabar. JQH adalah asosiasi para pembaca dan penghafal Alquran, sebuah badan otonom yang bernaung dalam Nahdlatul Ulama.

Sadesha adalah cikal bakal dari mimpi besar Gubernur Jabar dalam mewujudkan visi misi Jabar juara lahir batin. Targetnya dalam 5 tahun kepemimpinannya, setiap desa di seluruh Jabar memiliki satu hafizh dan dapat berkembang dengan lahirnya hafiz-hafizh berikutnya. Selain sebagai ajakan dan motivasi bagi masyarakat untuk memelihara teks-teks Alquran, juga sebagai langkah strategis dalam pembinaan ahlak, terutama di kalangan generasi muda.

Peresmian ini ditandai dengan pelepasan dan penempatan 1.500 hafizh/hafizhah oleh Gubernur Jabar Dr (Hc) H. M. Ridwan Kamil, ST, MUD. Sebelum pelepasan, para penghafal Al-Qur’an itu terlebih dahulu mengkhatamkan Al-Qur’an sebanyak 250 khataman. Setiap penghafal membacakan 5 juz, jadi 30 juz Al-Qur’an diselesaikan oleh 6 orang.

“Alhamdulillah tahap awal program SADESHA ini dapat direalisasikan dengan mengirimkan 1.500 hafizh,” ujar Ketua PW JQH NU Jabar KH. Cecep Abdullah Syahid. “Insyaallah dalam tiga tahun ke depan target 6.000 hafizh dapat terpenuhi,” lanjut Pengasuh Pesantren Al-Falah 2 Nagreg itu.

Kiai Cecep sangat mengapresiasi program unggulan Gubernur Jabar ini dan bersyukur karena lembaga yang dipimpinnya dipercaya sebagai pelaksana program. Para hafizh ini berasal dari semua Ormas Islam, dengan syarat sudah hafal 30 juz.

Sementara itu Ketua Panitia Pelepasan dan Penetapan KH. Lukmanul Hakim menjelaskan bahwa selain hafal 30 juz Alquran, para hafizh ini juga dibekali dengan kemampuan dasar ilmu fikih.

“Selain mengimami salat dan mengajar mengaji, para hafizh ini pasti akan menjadi tempat bertanya masarakat desa,”jelas Kiai Lukman. “Oleh karena itu, selama program berlangsung, mereka akan terus dibina oleh para kiai dan ibu nyai yang sudah mengikuti TOT program SADESHA,” sambung Pengasuh Pesantren Babakan Ciwaringin itu.

Kiai Lukman juga menjelaskan bahwa kegiatan khataman yang diikuti oleh 1.500 hafizh dan pelepasan serta penempatan mereka ke 1.500 desa, merupakan yang terbesar di Indonesia. Kedua jumlah ini diakui oleh Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Dua rekor MURI ini diserahkan langsung oeh Tim MURI kepada KH. Cecep Abdullah Syahid selaku Ketua PW JQH Jabar dan Dr (Hc) H. M. Ridwan Kamil, ST, MUD sebagai Gubernur Jawa Barat. (nujabar.or.id)

No More Posts Available.

No more pages to load.