12 Remaja di Ciamis Ugal-ugalan, Berakhir di Kantor Polisi

oleh -1410 Dilihat
oleh
12 Remaja yang Arogan Ugal-ugalan Menangis Saat Dijemput Orangtua di Polres Ciamis. Foto: Istimewa

PIKIRKANRAKAT.COM – Polres Ciamis memberikan pembinaan terhadap 12 orang remaja yang melakukan pelanggaran lalu lintas. Mereka ugal-ugalan di jalanan, kegiatan yang beresiko fatal apabila terjadi kecelakaan.

Sebelum diamankan, mereka sempat viral di media sosial hingga akhirnya berhasil diamankan.

“Hari ini kami kembalikan anak-anak kepada orang tua untuk diberikan pembinaan selanjutnya. Karena adanya video viral beberapa hari lalu, anak anak remaja melakukan pelanggaran lalu lintas dan ada beberapa kegiatan di jalan yang beresiko fatal apabila terjadi kecelakaan,” ujar Kapolres Ciamis Polda Jabar AKBP Akmal SH., S.I.K., M.H., Kamis (20/6/2024).

AKBP Akmal menuturkan, sebanyak 12 anak yang dikembalikan kepada orangtuanya itu, masing-masing diberikan pembinaan lebih lanjut.

Sebelumnya mereka telah mendapat pembinaan dan meminta maaf kepada orang tuanya untuk tidak mengulangi hal serupa.

“Alasan mereka melakukan perbuatan itu lantaran aura remaja. Di mana masih remaja mereka mencari jati diri, seperti gaya-gaya di jalan tetapi itu beresiko jika terjadi kecelakaan,” tutur AKBP Akmal.

“Mereka hanya perkumpulan pelajar bukan geng motor. Perkumpulan yang hanya bergerak karena masih libur bermain bersama rekan rekan,” imbuhnya.

Dirinya pun berpesan kepada orangtua agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap pergaulan anak. Sebab di sekolah, pengawasan anak hanya sebatas 20 persen, sedangkan 80 persen pengawasan terhadap anak ada pada orangtua.

“Kalau mereka kami sarankan untuk diawasi dan pergaulan untuk dibatasi. Keluar malam maksimal jam 9 malam sudah kembali ke rumah. Jadi salah satu bentuk disiplin jam bergaul bisa dibatasi,” ujarnya.

Dia menambahkan, selama ini pihaknya secara intens dan rutin memberikan sosialisasi di lingkungan pendidikan. Terutama dalam upaya mencegah terjadinya kenakalan remaja. Mulai dari menjadi pembina upacara maupun di sela-sela kegiatan sekolah.

“Sosialisasi yang kami lakukan belum semua langsung paham. Kejadian yang cukup viral kemarin menjadi PR dan tentunya kita benahi bersama. Nanti kita juga dorong mereka agar menjadi Duta Polisi,” katanya.

“Mereka kami berikan pembinaan dan menjadi contoh bahwa mereka sudah pernah berada dalam binaan kami dan kami harapkan membawa aura positif kepada teman-temannya. Dan menjadi agen perubahan bahwa di jalan itu banyak sekali aturan yang harus tepati. Ada etika dan dijaga keselamatan,” tukas AKBP Akmal.