Connect with us

EDITORIAL

Balada Cinta Joko dan Sri

JOKO dan Sri saling lirik. Keduanya enggan mengungkapkan isi hati. Tapi sejatinya mereka ada chemistry. Saat Sri TKW ke luar negeri. Kerja jadi tukang kredit. Joko lirih bernyanyi, Sri kapan kowe bali? Sri kembali, terpincut Joko punya prestasi.

Sri tahu, Joko sungkan sama dia punya mami. Sang Mami punya calon sendiri. Calonnya ini, kata Mami, untuk kebaikan Joko di masa nanti. Kerap berselisih, Joko tak jua menyetujui. Padahal, musim kawin segera berakhir. Sri, duduk di pojok, setia menanti.

Terkadang cinta tak seindah yang dikira. Joko, kata anak sekarang, sedang naik pasaran. Diminat banyak orang. Ada yang terang-terangan ada yang pake mak comblang. Ada yang dibalas Joko, ada yang bertepuk sebelah tangan. Semuanya berharap, kepadanya, Joko meminang.

Mami cemburu sama Sri. Sri memenuhi segala janji. Memenuhi segala kebutuhan Joko walau Sri mesti banting tulang ke sana ke mari. Sri ingin membuktikan, cintanya untuk Joko, sampai mati. Meski bila nanti, Joko memenuhi keinginan sang Mami, Joko tahu, cinta Sri tulus dan sejati.

Mami tahu, sungguh berat melawan Sri. Selain pintar mengatur keuangan, Sri juga pandai mencari sumber rejeki. Sementara Mami punya calon, jauh panggang dari api. Otoritas, jurus terakhir Mami. Joko mesti ikuti kehendak Mami, bila tak ingin jadi anak tak tahu diri. Mami tahu, Joko anaknya labil, bisa tergoda dan nekat melarikan diri. Hidup mandiri sekehendak hati, atau mencari mami/papi baru lagi.

Joko dalam kondisi tak menentu. Di ruang tamu, banyak pihak menunggu. Joko takut, maksud hati memeluk gunung apadaya gunung meletus. Bisa saja saat tamu menunggu di ruang tunggu, cinta mereka saling tumbuh. Padahal hanya karena Joko tak segera ambil kata putus.

Bagi Sri, cinta butuh pembuktian. Sri fokus membantu Joko jualan. Memenuhi keinginan rencana masa depan. Sri ingin membuktikan cintanya tak sekedar bualan. Walau dihujat banyak orang, karena Sri banyak menjual dan berhutang, Sri tetap berbuat.

Joko dan Sri masih saling pandang, tapi tak kuasa mengungkapkan angan-angan. Selain banyak yang mencinta, Joko banyak yang menghina. Berusaha menggugurkan rencana Joko berumahtangga. Sri terus meyakinkan Joko, dirinya pilihan terbijak.

Balada ini masih berkisah. Tak tahu berakhirnya seperti apa. Joko dan Sri terus mengkibas tabir cinta. Agar mereka bisa bersama. Walau Mami tak suka. Segala bisa terjadi di hari lusa. Kemanakah menancap panah asmara? Silakan saling menduga. (@keliknw)

Advertisement

Komentari

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Advertisement

Terhangat

Copyright © 2018 | MVP