TASIKMALAYA – Sedikitnya 1.027 titik di Kota Tasikmalaya rawan kekeringan, tersebar di 50 kelurahan di sembilan kecamatan. Warga yang terkena dampak, sekitar 56.499 kepala keluarga atau 189.660 jiwa akibat kekeringan selama musim kemarau 2019 ini.

“Selama musim kemarau ini kita sudah menyalurkan sedikitnya 45 ribu liter air bersih keempat kecamatan, mulai dari Cipedes, Kawalu, Tamansari, dan Purbaratu,” ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Ucu Anwar Surahman, Senin (8/7/2019).

Menurutnya, air bersih disalurkan atas permintaan warga secara administratif dan berjenjang dari kelurahan. Namun ia menyebut pendistribusian bisa langsung dilakukan secara cepat jika melapor langsung kepada pihaknya. Administrasinya bisa menyusul.

Diakuinya tidak jarang terkendala kurang siapnya warga menerima air bersih. Hal itu terjadi karena warga tidak menyiapkan wadah besar untuk menampung air bersih dari tangki air. Warga biasanya hanya membawa ember atau jeriken sehingga prosesnya cukup lama.

“Selama musim kemarau yang berdampak pada kekeringan ini kita mengimbau agar warga bisa mengelola kebutuhan air bersih. Itu harus dilakukan karena kemarau tahun ini diprediksi berakhir Oktober,” katanya. (SG)