GARUT, Mahasiswa PBL Komunitas Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Jurusan Sarjana Terapan Kebidanan, menyelenggarakan lomba memasak GEMAS LOKAL (Gerakan Masak Sehat Berbasis Bahan Pangan Lokal) pada Rabu 29 Oktober 2025 di Gedung Serba Guna Desa Wangunjaya, Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut.
Ketua pelaksana kegiatan Intan Ansori mengatakan, lomba ini merupakan bentuk inovasi dalam upaya pencegahan stunting melalui pemanfaatan bahan pangan lokal yang bergizi seimbang.
“Dengan demikian, setiap menu yang disajikan menggambarkan prinsip gizi seimbang yang terdiri atas karbohidrat, protein, sayur, dan buah,” ungkap Intan Ansori.
Peserta kegiatan ini terdiri dari ibu-ibu kader Desa Wangunjaya yang dibagi menjadi 9 kelompok berdasarkan Posyandu Cempaka 1–9.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua tim kesehatan warga Taufik Budi Herman mengatakan program ini dibuat berdasarkan hasil dari musyawarah masyarakat berkolaborasi dengan Mahasiswa Kebidanan Poltekkes Tasikmalaya, yang didukung oleh pihak terkait, seperti halnya Saepul Barqoh, S.Pd.I (Kepala Desa Wangunjaya), Lia Nulatifah (Ketua PKK Desa Wangunjaya), Mahmud, S.Kep., Ners., M.Si (Kepala Puskesmas Banjarwangi), Yokeu Sukasah, SKM (Promotor Kesehatan Puskesmas Banjarwangi), H. Oding, S.Kep., Ners (Kepala Puskesmas Pembantu Desa Wangunjaya) dan Lesy Nur Delianti, Amd.Keb (Bidan Desa Wangunjaya).
“Melalui kegiatan ini, diharapkan kemampuan dan keterampilan ibu-ibu kader dalam mengolah bahan pangan lokal dapat meningkat sehingga mereka mampu menciptakan menu Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang bergizi, seimbang, dan mudah diterapkan di posyandu masing-masing,” papar Taufik.
Pelaksanaannya dilakukan dalam bentuk lomba memasak yang diikuti oleh sembilan kelompok kader posyandu, dimana setiap kelompok berkreasi mengolah bahan pangan lokal menjadi hidangan bergizi seimbang, dengan memperhatikan komposisi: Sumber karbohidrat (ubi, singkong, jagung, atau beras merah), Sumber protein (tempe, tahu, ikan, telur, atau ayam kampung) dan Sayur serta buah (hasil kebun lokal seperti bayam, kangkung, pepaya, dan pisang).
Penilaian lomba tersebut mencakup aspek kandungan gizi, cita rasa, kreativitas, tampilan hidangan, serta kesesuaian dengan prinsip gizi seimbang.
“Melalui kegiatan ini, diharapkan ibu-ibu kader dapat menerapkan ilmu yang diperoleh dalam kegiatan posyandu, serta menjadi penggerak perubahan dalam pencegahan stunting melalui konsumsi pangan sehat dan bergizi berbasis bahan lokal” tandas Intan.*Red

