BEKASI – Keluarga anggota KPPS yang meninggal dunia mendapat santunan. Di Kota Bekasi, menurut Ketua KPUD, Nurul Sumarheni, S.Ag, anggota KPPS yang meninggal 14 orang. Ada yang karena sakit, ada juga yang kecelakaan.

“Hari ini kita kehadiran tamu dari KPU RI dan anggota DPR RI, menyambung silaturahmi dengan keluarga almarhum,” katanya.

Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Dr. Ir. H.E. Herman Khaeron, M.SI, mewakili seluruh anggota Komisi II menyampaikan turut berduka cita.

“Semoga kejadian ini menjadikan pelajaran bagi kami ke depan. Kami tidak berharap akan adanya korban pada penyelenggaran Pemilu 2019, semoga arwah anggota KPPS diterima disisi-Nya,” katanya.

Diakuinya, pemilu serentak sangat menguras tenaga bagi penyelenggara Pemilu. Menurut dia nanti harus ada asuransi, sehingga hak-haknya jelas. “Ini evaluasi untuk KPU,” ujarnya.

Komisioner KPU RI, Ilham Saputra S.Ip, menandaskan, pemilu serentak adalah hajat bangsa. Jadi isu ada yang diracun atau apapun itu sangat tidak mungkin terjadi.

“Masa membunuh saudara kita sendiri?” ujarnya menandaskan.

KPU Pusat bekerja sama dengan Kementrian Keuangan, mengapresiasi dengan memberi santunan kepada keluarga almarhum anggota KPPS yang meninggal dunia.

“Pemberian santunan dari KPU RI sebesar Rp. 36.000.000, kepada masing-masing perwakilan almarhum keluarga anggota KPPS, kata perwakilan KPU Pusat,” katanya.

Jurnalis warga melaporkan, Jumat (12/7/2019) langsung dari Kantor KPUD Kota Bekasi,Jln. Ir. H. Juanda No. 163, Kelurahan Bekasi Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi. (HS)