BOGOR – Seusai pertemuan Jokowi-Prabowo di MRT Senayan, kini giliran Megawati bertemu dengan Prabowo siang ini di kediaman Ibu Megawati Jl. Teuku Umar. Kiprah Budi Gunawan sebagai rekonsiliator pun mencuat.

Menanggapi momentum penting itu Perhimpunan Pergerakan Jejaring Nasional Aktivis 98, melalui Ketua Anto Kusumayuda dan Sekretaris Jenderal Abdul Salam Nur Ahmad, S.Ag angkat bicara.

“Babak selanjutnya setelah pertemuan dua tokoh besar Indonesia abad ini, Jokowi dengan Prabowo yang dinisiasi dan difasilitasi Budi Gunawan sebagai rekonsiliator nasional, dilanjutkan dengan rencana pertemuan tiga tokoh besar Indonesia, Presiden terpilih Jokowi, Prabowo dengan Megawati sebagai Ketua Umum PDIP, partai pengusung utama Jokowi – Kh.Maroef Amin dalam Pilpres 2019. Diawali dulu pertemuan antara Prabowo dengan Megawati,” ujar Anto

Pertemuan Presiden terpilih Jokowi dijadwalkan bertemu dengan Ketua Umum Gerindra Prabowo dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Rabu (24/7/2019) siang ini, pertemuan diawali dulu pertemuan Prabowo dengan Megawati digelar di kediaman Mega di Teuku Umar pukul 12.00 WIB dilanjutkan dengan makan siang bersama.

Abdul Salam Nur Ahmad memandang, rencana pertemuan ketiga tokoh besar Indonesia tersebut sebagai langkah tepat untuk mempersatukan rakyat Indonesia setelah kontestasi Pilpres 2019, sebagai wujud nyata sumbangsih dan bakti pada negeri dibawah panji merah putih jelang peringatan Proklamasi Kemerdekaan Indonesian yang ke 74.

“Sekaligus menjalankan amanah para pahlawan, para aulia, para ulama dan para pendiri bangsa untuk selalu menjaga persatuan Indonesia dan memperkuat NKRI,” katanya.

Anto Kusumayuda dan Abdul Salam Nur Ahmad

Selain itu pertemuan tiga tokoh besar tersebut, kata dia, merupakan langkah membangun koalisi strategis untuk Indonesia kedepan dalam mengawal agenda reformasi, transisi demokrasi untuk Indonesia unggul, maju, mandiri, adil dan makmur.

“Bangunan koalisi strategis pemerintahan kedepan dengan bersatunya parpol pengusung Jokowi – Amin bersama Partai Gerindra merupakan koalisi kuat untuk persatuan Indonesia, membangun Indonesia kedepan, jangan menerima atau mengajak PAN, PKS atau Demokrat untuk berkoalisi biarkan ketiga partai tersebut menjadi oposisi untuk terbangunnya sistem demokrasi yang sehat, ada penyeimbang untuk selalu mengkritik dan mengingatkan jalan pemerintahan,” katanya.

Diingatkan pertemuan dalam rekonsiliasi nasional tersebut harus mutlak demi kepentingan bangsa dan negara untuk tujuan mewujudkan masyarakat Indonesia yang adil dan makmur. Rekonsiliasi bukan atas dasar kepentingan elit kekuasaan bagi bagi kursi dan jabatan, kalau itu dilakukan adalah bentuk penghianatan pada nilai nilai perjuangan para pahlawan, para pendiri bangsa dan nilai nilai perjuangan reformasi.

“Megawati dan Prabowo harus mendukung langkah Jokowi bersama KH Maruf Amin dalam menyusun kabinet, jajaran menterinya, yang merupakan hak perogratif presiden, untuk menempatkan orang orang yang bersih, berintegritas tinggi, siap bekerja mengabdi demi rakyat, bangsa dan negara serta bersih bukan bagian dari masa lalu yang kelam,” ujar Anto Kusumayuda didampingi Abdul Salam.

Artinya, bukan anasir atau bagian kepanjangan tangan dari birokrasi hitam, konglomerat dan bandar bandar hitam yang berkolaborasi dengan jenderal jenderal hitam karena akan merusak sendi sendi kehidupan berbangsa bernegara dan akan menyandera Bapak Jokowi dan Bpk Kh.Marief Amin dalam menjalankan roda pemerintahannya sampai dengan tahun 2024.

Selanjutnya mengimbau dan mengajak kepada semua kekuatan reformasi untuk bersatu mendukung langkah dan pertemuan ketiga toko besar Jokowi, Prabowo dengan Megawati, mengawal untuk menyelamatkan reformasi dan transisi demokrasi dari upaya para pembajak yang akan menyelewengkan agenda reformasi untuk kepentingan kelompok elit pragmatis, yang dikendalikan oleh kentingan pemodal konglomerat hitam dan bandar bandar hitam serta dibeking oleh jenderal jenderal hitam untuk memutus dari masa lalu yang kelam. (AS)