Ponpes Darul Furqon, Mempertajam Dakwah di Jampang Tengah

oleh -996 Dilihat
oleh

Pondok Pesantren Darul Furqon hadir di tengah kemegahan pabrik semen PT SGC dari Thailand. Persisnya di kampung Tanjungsari RT 02/RW 07, Kecamatan Jampang tengah, Kabupaten Sukabumi.

Menurut Pimpinan Darul Furqon, Ustaz Dedi Suryadi, S.Ag, M.Pd, pesantren itu didirikan 19 Juli 1999 silam.

“Ini ikhtiar saya untuk mengabdikan dan mewakapkan diri untuk perjuangan dakwah dan memajukan umat, terutama masyarakat Desa Tanjungsari,” katanya.

Ustaz Dedi Suryadi, S.Ag, M.Pd,

Selepas ngampus di IAIN Bandung pada masa perjuangan reformasi 1998, Ustaz Dedi pulang kampung. Berkiprah di tanah kelahiran.

“Saya tidak tergoda ingar bingar perkotaan. Karena siapa lagi kalau bukan putra daerah yang memajukan kampung halaman sendiri,” ujarnya.

Selain mendirikan pondok, Ustaz Dedi juga mengembangkan Madrasah Aliyah Darul Furkon, pendidikan tingkat SLTA untuk membantu anak-anak di wilayah Tanjungsari yang akan melanjutkan pendidikan ke tingkat SLTA.

“Jaraknya dekat. Biaya lebih murah. Meringankan beban warga. Biaya sekolah dari hari ke hari semakin mahal,” katanya.

Menurutnya, saat ini MA Darul Furqon Tanjungsari, dikepalai Wiwi Pratiwi, S. Pd. Dibantu guru-guru yang gigih, tekun, dan iklas. Mengabdi. Mengajar demi mencerdaskan siswa,” ujarnya menandaskan.

Setiap tanggal 19 dan 20 setiap bulan Hijriah, digelar manaqiban. Semua keluarga besar Darul Furqon turut serta. Ponpes dan Madrasah Aliyah dilibatkan. Jamaah dari masyarakat sekitar dan luar Tanjungsari Jampang Tengah pun banyak yang ikut.

Diharapkan pemerintah kabupaten dan pihak swasta, seperti PT SCG turut menyukseskan program pesantren. Menjaga dan memperkuat aktivitas di pesantren itu.

“Tanpa dukungan pemerintah dan swasta bersama masyarakat, kata Ustaz Dedi, keberlangsungan pendidikan di kampung halaman tidak akan berjalan dengan mulus,” katanya. (HaraqiSiliwangi)

No More Posts Available.

No more pages to load.