Connect with us

SOSBUD

Tradisi Nganteuran

|

ISTIMEWA

E Rokajat Asura

Sebagai anak yang lama menjadi bungsu – adik saya lahir ketika saya kelas 6 – saya termasuk paling sering menjadi pelaku Tradisi Nganteuran saat bulan puasa.

Di kampung kami tradisi ini dilakukan saat hari lilikuran, saling mengirim penganan dan lauk-pauk. Berkeliling dari satu rumah ke rumah.

Saya melakukannya dengan riang gembira, bukan sebagai bentuk bakti kepada orang tua. Terus terang saat itu saya belum paham.

Yang membuat saya semangat mengantar makanan kepada tetangga itu, selain bonus disebut ‘kasep’ dan ‘bageur’ adalah menebak-nebak apa isi wadah yang dibawa ke rumah sebagai timbal balik dari hantaran kami.

Dan entah kenapa saya saat itu tak berani membuka wadah atau rantang hantaran. Sehingga sepanjang jalan pulang harus puas dengan menebak-nebak.

Suatu hari saya dan Apa (bapak almarhum, semoga dilapangkan dalam kuburnya) dibuat tercengang. Setelah menghantarkan makanan ke sejumlah rumah, kami dibuat tercengang karena gule daging kiriman kami kembali jadi isi rantang balasan dengan kuah sedikit berkurang.

Padahal ke rumah tersebut hari itu kami mengirim pepes ikan. Balik Bandung, kata bapak. Mengirim gule daging ke keluarga A, jadi isi wadah balasan dari keluarga E.

Tradisi Nganteuran sekarang sudah nyaris punah. Tetapi setelah menerima foto yang diposting di wag Jabar Film Assosiation, kenangan itu sontak muncul dalam ingatan.

Advertisement

Tinggalkan pesan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

POLITIKA16 jam lalu

Forum Aktivis 98 Jabar: Usut Tuntas Dalang Kerusuhan

POLITIKA – Forum Aktivis 98 Jawa Barat angkat bicara terkait perkembangan politik tanah air pascapemilu yang mengakibatkan kerusuhan pada 21-22...

EKBIS19 jam lalu

Banyak yang Bisa Membeli, Sedikit yang Bisa Merawat

Dede Farhan Aulawi | Pengamat Sosial SAAT seseorang belum memiliki sesuatu yang diinginkannya, maka ia menoba membangun mimpi dan berusaha...

SOSBUD1 hari lalu

Pesan Damai dari Tatar Parahiyangan

SOSBUD – Berlatar suasana lereng Galunggung Tasikmalaya, tugu Asmaulhusna menjadi saksi kota Tasik sebagai kota santri. Aksi Peduli dan Doa...

MEDIA2 hari lalu

Ambisi Elit Bisa Memicu Musibah Demokrasi

POLITIKA – Ketua Umum Perhimpunan Pergerakan Jejaring Nasional Aktivis 98, Anto Kusumayuda menyampaikan pernyataan keprihatinan, pascaricuh 22 Mei. Anto mengaku...

MEDIA3 hari lalu

Tak Ada Kebenaran Absolut, Semua Punya Versi Sendiri

Catatan Diella Dachlan | INI yang kalian mau? Negeri yang pernah indah dan damai tinggal kenangan, puing-puing dan trauma?. Kalau...

SOSBUD3 hari lalu

Tenaga Jiwa Hari Kebangkitan Nasional

20 Mei 1883 – Gunung Krakatau mulai meletus. 20 Mei 1908 – Organisasi Budi Utomo didirikan oleh para pelajar STOVIA...

SOSBUD4 hari lalu

Jebakan Batman Radikalisme dan Blunder Inkonstitusional

Ir. Dony Mulyana Kurnia | Ketua Umum DPP Barisan Islam Moderat (BIMA) dan Mantan Ketua Pemuda Reformasi Indonesia (PRI) Jabar...

POLITIKA4 hari lalu

Kemenangan Demokrasi dan Reformasi, Kemenangan Rakyat Indonesia

POLITIKA – Setelah penetapan rekapitulasi nasional Pilpres oleh KPU Pusat, Selasa dini hari, (21/5/2019). Pasangan calon nomor urut 01 Joko...

SOSBUD5 hari lalu

Istigasah dan Doa Bersama untuk Keselamatan Negeri

SOSBUD – Menghangatnya dinamika politik disikapi dengan berbagai cara. Menjelang penetapan hasil Pilpres 2019, Majelis Zikir Nur Muhamad, Forum Masyarakat...

POLITIKA5 hari lalu

Massa Menolak People Power di Balai Kota Tasik

POLITIKA – Unjuk rasa puluhan orang berlangsung di Balai Kota Tasikmalaya, Senin (20/5/2019). Aksi itu melibatkan beberapa elemen masyarakat, di...

Advertisement

Copyright © 2019 | MVP