PPP Jabar Perkuat Soliditas, Mardiono: Tidak Ada yang Kalah dan Menang

oleh -24 Dilihat

PIKIRKANRAKYAT.COM – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menggelar Workshop Anggota dan Pimpinan DPRD PPP se-Jawa Barat yang dirangkaikan dengan upgrading serta pembekalan Ketua dan Sekretaris DPC PPP se-Jawa Barat di Hotel Holiday Inn, Kota Bandung, 3-5 Juli 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung Ketua Umum PPP, Muhamad Mardiono. Dalam kesempatan itu, Mardiono mengapresiasi proses konsolidasi organisasi di Jawa Barat yang dinilainya berjalan sesuai tahapan dan jadwal yang telah ditetapkan.

“Alhamdulillah, konsolidasi di wilayah Jawa Barat ini termasuk berhasil karena sesuai dengan jadwal. Mulai dari pelaksanaan Muswil setelah Muktamar, kemudian dilanjutkan dengan seluruh Muscab di kota dan kabupaten se-Provinsi Jawa Barat, ini semua sudah selesai,” kata Mardiono usai membuka acara.

Menurutnya, agenda kali ini menjadi momentum untuk menyatukan kembali seluruh elemen partai setelah dinamika yang muncul selama pelaksanaan Musyawarah Wilayah (Muswil) dan Musyawarah Cabang (Muscab).

“Hari ini kita satukan kembali. Keberhasilan kita adalah karya kita semua, yang semuanya ikut memiliki. Tidak ada yang kalah, tidak ada yang menang, yang menang adalah Partai Persatuan Pembangunan. Semua bertujuan membangun soliditas kita untuk menyongsong Pemilu tahun 2029 mendatang,” tegasnya

Ia mengatakan, agenda politik ke depan sudah di depan mata, termasuk persiapan menghadapi tahapan verifikasi pemilu. Karena itu, selain memperkuat internal melalui bimbingan teknis (bimtek), seluruh kader PPP juga diminta peka terhadap dinamika global yang berpotensi memengaruhi kondisi nasional.

“Kita berada dalam era globalisasi, di mana gejolak di negara lain pasti berimbas ke Indonesia. Oleh karena itu, diperlukan persatuan dari seluruh elemen rakyat bersama pemerintah. Ini menjadi penekanan utama bagi kader partai dan anggota fraksi yang sudah diberi amanah oleh rakyat untuk terus menjadi benteng bagi umat dan rakyat,” ujarnya.

Saat disinggung mengenai upaya merangkul pihak-pihak yang sempat berbeda pandangan dalam dinamika internal di Jawa Barat, Mardiono menegaskan bahwa di tubuh PPP tidak mengenal istilah kubu maupun faksi.

“Sebenarnya tidak ada kubu-kubu. Di dalam partai politik, apalagi khusus Partai Persatuan Pembangunan, ini adalah partai keluarga. Semuanya tidak lepas dari rangkaian keluarga besar itu, yaitu khittah NU,” katanya.

Menurut dia, perbedaan pendapat dalam politik merupakan hal yang wajar dan harus dipandang sebagai kekayaan aspirasi, bukan pertentangan yang memecah belah.

“Politik ini di mana pun forumnya pasti menghadapi perbedaan. Perbedaan itu memang sudah diciptakan menjadi bagian dari tugas insan politik. Kalau politisi tidak bisa mencerna perbedaan, namanya bukan politisi,” ujar Mardiono.

Ia kemudian mengibaratkan kepemimpinan dan kepatuhan di dalam partai seperti filosofi salat berjamaah. Setiap orang bebas menentukan posisi di dalam saf, tetapi ketika imam sudah bertakbir, seluruh makmum harus mengikuti demi mencapai tujuan bersama.

“Imam tidak boleh batal, karena kalau imam batal, makmumnya batal semua. Tapi kalau makmumnya batal dua atau tiga, tidak apa-apa karena makmumnya masih banyak. Yang terpenting, bagaimana membawa organisasi ini mendapatkan hasil yang besar,” ucapnya.
P
Di akhir keterangannya, Mardiono optimistis kondisi PPP di Jawa Barat saat ini semakin solid seiring konsolidasi nasional yang terus menunjukkan perkembangan positif.

“Insyaallah Jawa Barat solid, secara nasional juga solid. Muswil sudah 100 persen, Muscab sudah 90 persen, dan sekarang sudah mulai bergerak ke tingkat Musran. Semuanya satu suara untuk kemenangan PPP,” pungkasnya. (FTH)

No More Posts Available.

No more pages to load.