Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat, Dhani Gumelar, mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai persiapan secara menyeluruh. Mulai dari kesiapan sarana dan prasarana, sumber daya manusia, hingga koordinasi lintas sektor.
“Dishub berkomitmen memberikan pelayanan transportasi yang aman, tertib, dan lancar selama arus mudik dan arus balik Lebaran. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama,” ujar Dhani, Bandung, Minggu (8/3/2026)
Menurut Dhani, persiapan tersebut telah dibahas dalam Rapat Koordinasi Rencana Operasi Penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026/1447 H yang digelar pada Jumat, 6 Maret 2026. Rapat tersebut melibatkan sejumlah pihak seperti kepolisian, BPBD, Dinas Kesehatan, serta berbagai stakeholder terkait.
Selain itu, Dishub Jabar juga akan menggelar Apel Gelar Pasukan pada Senin, 9 Maret 2026 di Lapangan Graha Perhubungan, Cinunuk, Kabupaten Bandung. Apel ini menjadi penanda kesiapan insan perhubungan bersama pemerintah kabupaten/kota dalam menghadapi Angkutan Lebaran tahun ini.
Sejumlah langkah yang telah dan akan dilakukan antara lain:
Pertama, pelaksanaan ramp check.
Pemeriksaan kelaikan jalan kendaraan angkutan umum telah dilakukan sejak awal Februari 2026. Kegiatan ini antara lain dilaksanakan di GTC Limbangan, Kabupaten Garut. Pemeriksaan meliputi kondisi teknis kendaraan seperti sistem pengereman, lampu penerangan, ban, alat keselamatan, hingga kelengkapan administrasi kendaraan dan pengemudi.
Kedua, pembentukan Posko Angkutan Lebaran.
Dishub Jabar mendirikan berbagai posko pemantauan yang terdiri dari 4 rest area bersama Kementerian Perhubungan, 5 posko ruas jalan terpadu provinsi, 115 posko kewilayahan kabupaten/kota, serta 35 posko simpul provinsi di terminal dan titik strategis. Posko ini berfungsi untuk memonitor pergerakan penumpang dan arus lalu lintas, sekaligus memberikan layanan informasi serta menerima pengaduan masyarakat.
Pemantauan juga didukung oleh sistem CCTV milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan pemerintah kabupaten/kota yang terhubung ke pusat kendali di Jabar Digital Center dan Kantor Dishub Jabar.
Ketiga, pengaturan dan rekayasa lalu lintas.
Bersama kepolisian dan instansi terkait, Dishub akan menerapkan sejumlah skema pengaturan lalu lintas seperti sistem satu arah, ganjil genap, contra flow, hingga pengalihan arus ke jalur alternatif pada titik-titik rawan kemacetan. Termasuk pembatasan operasional kendaraan barang pada hari dan jam tertentu.
Keempat, kesiapan sarana dan prasarana.
Dishub juga melakukan pengecekan dan optimalisasi berbagai fasilitas seperti terminal, alat penerangan jalan, rambu dan marka jalan, serta peningkatan kebersihan dan kenyamanan area pelayanan.
Kelima, pengawasan tarif dan pelayanan.
Pengawasan dilakukan untuk memastikan penerapan tarif angkutan sesuai ketentuan yang berlaku sekaligus mencegah praktik pungutan liar yang dapat merugikan masyarakat sebagai pengguna jasa transportasi.
Dishub Jawa Barat juga mengimbau masyarakat untuk memastikan kondisi kesehatan sebelum bepergian, mematuhi aturan lalu lintas, serta menggunakan angkutan umum yang telah dinyatakan laik jalan.
“Dengan sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, operator transportasi, dan masyarakat, diharapkan penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026 dapat berjalan aman, lancar, dan selamat.” pungkasnya. ***





