Jalur Kirab Budaya Kiara Artha-Gedung Sate Jadi Geulis, PKL Ditata

oleh -12 Dilihat

PIKIRKANRAKYAT.COM – Siapkan fisik dan jaga barang berharga. Pasalnya, jantung Kota Bandung dipastikan bakal menjadi lautan manusia pada Sabtu (16/5/2026) malam besok.

​Kemeriahan itu berbalut dalam gelaran Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda. Sebuah parade estetika yang akan membelah jalanan kota sepanjang 3,5 kilometer.

​Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Barat, Dhani Gumelar menyebutkan, iring-iringan bakal mengambil titik start dari Kiara Artha Park, menyusuri Jalan Jakarta, Jalan Supratman, dan mengakhiri langkah di “singgasana” Gedung Sate, Jalan Diponegoro.

​”Penutupan jalur akan kita mulai sejak pukul 18.00 WIB. Sedangkan operasional kirab sendiri dijadwalkan berlangsung pukul 19.30 hingga 22.00 WIB,” kata Dhani, Kamis (14/5/2026).

​Agar hajat besar ini tak berakhir dengan horor kemacetan, sebanyak 600 petugas gabungan dari Kepolisian, Dishub Jabar, dan Dishub Kota Bandung sudah disiagakan. Termasuk barisan Satpol PP yang bertugas memagari ketertiban penonton

​Bagi Anda yang membawa kendaraan roda dua atau roda empat, jangan asal parkir. Panitia sudah menyiapkan kantong-kantong parkir resmi agar tidak terjadi sumbatan di badan jalan, di antaranya:

​Seputaran Gedung Sate & Kantor Inspektorat Jabar.
​Gedung DPRD Jabar & Masjid Pusdai.
​Area Bank Mandiri & Monumen Perjuangan (Monju).

​Sementara itu, Sekda Jawa Barat Herman Suryatman menitipkan pesan mendalam bagi warga yang hendak ngabring ke lokasi. Mengingat massa diprediksi membludak, potensi kriminalitas seperti copet harus diantisipasi secara mandiri.

​”Jaga barang bawaan masing-masing. Stamina juga harus disiapkan, pastikan sudah makan dan istirahat yang cukup sebelum berangkat,” imbau Herman.

​Herman juga memberikan catatan khusus bagi para orang tua. Ia menyarankan agar tidak membawa bayi atau anak balita ke tengah kerumunan demi faktor kesehatan dan keselamatan.

​”Bagi ibu menyusui, lebih bijak menyaksikan kemeriahan ini melalui siaran langsung di kanal YouTube saja,” tambahnya.

​Pantauan di lapangan, jalur kirab kini tampak lebih “geulis”. Pemprov Jabar telah menyisir sampah, mencopot spanduk liar, hingga memulas ulang trotoar agar lebih estetik dipandang mata.

​Para Pedagang Kaki Lima (PKL) pun sudah ditata agar tidak “balatak” dan mengganggu alur parade. Tak ketinggalan, tim medis dan ambulans sudah ngetem di titik-titik krusial untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. (Fth)

No More Posts Available.

No more pages to load.