PIKIRKANRAKYAT.COM — Pemerintah Kabupaten Sumedang kembali menegaskan komitmennya dalam membangun kualitas sumber daya manusia yang berdaya saing sekaligus sejahtera.
Melalui unggahan resmi akun media sosial Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Sumedang pada Rabu (16/9), publik disuguhkan potret kemeriahan dan kekhidmatan pembukaan Festival Literasi Sumedang 2026 yang berlangsung pada 15–17 September 2026.
Mengusung tema strategis “Menjaga Peradaban, Literasi untuk Kesejahteraan”, perhelatan tahunan ini hadir bukan sekadar sebagai ajang perayaan literasi biasa, melainkan sebuah ruang kolaborasi holistik yang memadukan kebudayaan, keilmuan, hingga penguatan perekonomian kerakyatan.
Semarak Seni Tradisi dan Apresiasi Generasi Muda
Suasana semarak menyelimuti lokasi acara saat rombongan pejabat daerah dan jajaran tamu undangan disambut dengan pertunjukan tarian khas Sunda yang anggun.
Gerak gemulai para penari berbalut busana biru menjadi simbol kehangatan penghormatan budaya lokal dalam membingkai peradaban yang berakar kuat pada nilai-nilai tradisi.
Acara berlanjut dengan prosesi seremonial di panggung utama yang diwarnai oleh penandatanganan dokumen kerja sama strategis antarinstansi.
Momentum tersebut semakin berkesan tatkala jajaran pemerintah daerah menyerahkan secara langsung piala dan penghargaan kepada para pelajar berprestasi yang berhasil menjuarai berbagai perlombaan literasi.
Langkah ini menjadi bukti nyata apresiasi pemerintah dalam memupuk minat baca dan daya kritis generasi muda sejak dini.
“Literasi hari ini tidak lagi terbatas pada aktivitas membaca dan menulis semata, melainkan telah bertransformasi menjadi daya dorong utama dalam meningkatkan kualitas hidup, pemahaman ekonomi, serta kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.”
Integrasi Pameran Buku dan Inovasi Pangan Lokal
Tidak hanya menyuguhkan panggung pertunjukan dan seremonial, perhelatan ini juga menghadirkan ruang edukasi interaktif. Para pejabat beserta pengunjung berkesempatan meninjau langsung area pameran buku yang difasilitasi oleh Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) Jawa Barat, yang menyajikan ribuan referensi literatur berkualitas bagi masyarakat.
Di samping khazanah pustaka, festival ini secara impresif mengintegrasikan konsep literasi ke dalam ranah aplikasi praktis, khususnya literasi pertanian dan pangan.
Di area stan pameran, dipamerkan berbagai komoditas unggulan dan olahan pangan lokal alternatif, seperti olahan berbasis sorgum. Kehadiran stan ini membuktikan bahwa pemahaman literasi yang tepat mampu menggerakkan potensi UMKM berbasis kearifan lokal.
Aksi Nyata Pelayanan Masyarakat: Bazar Pangan Keliling
Sebagai wujud kepedulian nyata terhadap kebutuhan dasar warga, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sumedang turut menghadirkan unit armada Bazar Pangan Keliling.
Kehadiran layanan ini disambut antusias oleh masyarakat yang hendak mendapatkan bahan pangan pokok berkualitas, seperti beras SPHP dan minyak goreng, dengan harga yang terjangkau.
Melalui perpaduan harmonis antara olah pikir, pemeliharaan budaya, dan aksi nyata pemenuhan kebutuhan pangan warga, Festival Literasi Sumedang 2026 berhasil membuktikan bahwa literasi adalah pondasi paling kokoh dalam menjaga peradaban sekaligus mengantarkan masyarakat menuju kesejahteraan yang berkelanjutan. ***





