Connect with us

POLITIKA

Peta Politik Kabupaten Bandung, Desember 2020

|

Ir. Djefry W Dana M.Arch |

Kilas balik 2015: Tiga pasangan calon bertempur, dengan pemenang petahana dari jalur Independen, tanda kutip “Golkar dan PKS”. Gerindra mengekor, ikut independen tanda kutip pula.

Dadang Naser dan Gungun tidak terbendung oleh kompetitor Sofyan Yahya dan Agus Yasmin yang didukung Koalisi PKB, PAN, HANURA dan PPP, serta Deki Fajar dan Dony Mulyana Kurnia (DMK ) yang didukung koalisi PDIP dan Demokrat.

Hal ini sudah dapat diprediksi, lantaran konsolidasi di antara partai-partai untuk melakukan perlawanan head to head dengan incumbent, akhirnya terbelah dua. Sehingga incumbent tidak terlalu mendapatkan kesulitan untuk mematahkan perlawanan oposisi. karena kekuatan perlawanan terbagi dua.

Kekuatan incumbent sangat mengakar dengan empat kali berkuasa di Kabupaten. Dua kali masa pemerintahan Obar, dan kemudian Dadang Naser, 2015 adalah sesi yang kedua untuk mengokohkan empat periode dinasti Kabupaten Bandung.

Genderang Perang Desember 2020: pascapilpres dan pileg berakhir, riak-riak pergerakan politis di Kabupaten Bandung mulai menggeliat, hasil pileg menjadi perhitungan tersendiri, selain figur-figur yang akan manggung pada 2020

Pileg 2019 menghasilkan komposisi: Golkar 11 Kursi, PKS 10 Kursi, PDIP 7 Kursi, Gerindra 7 Kursi, PKB 6 Kursi, Demokrat 5 Kursi, Nasdem 5 Kursi dan PAN 4 Kursi = Total 55 Kursi

PPP dan Hanura terlempar dengan nol kursi

Melihat komposisi tersebut, sudah terlihat bola bergerak akan kemana? Kelihatannya dinasti akan pecah dengan wabup Gungun, karena Gungun bersama PKS sudah ancang-ancang akan maju posisi Bupati, mengingat PKS mampu meraih juara dua, 10 Kursi dewan dalam pileg 2019. Namun PKS masih rawan tidak bisa melaju sendiri seperti GOLKAR yang mendapat 11 kursi, karena masih kurang satu kursi lagi, untuk menjadi 20% kursi dewan, sebagai syarat majukan paslon bupati dan wakil bupati

Akankah poros tengah terbentuk? dengan kondisi yang sangat mudah terbaca ini, maka akan sangat mudah pula terbentuknya poros tengah, dengan kristalisasi dan tarik menarik di antara Partai2 di luar GOLKAR & PKS :

PDIP, Gerindra, PKB, Demokrat, Nasdem dan PAN, akan membuat bargain potition untuk menjadi Bandul pemenang di antara CALON-nya GOLKAR dan PKS, atau bisa saja mengkristal dan maju dengan PASLON sendiri, menantang GOLKAR maupun PKS yang notabene keduanya adalah INCUMBENT

Demikian riak-riak politik Kabupaten Bandung yang akan mulai memanas, pasca pilpres dan pileg, lobby-lobby mulai ramai, dan pergerakan-pergerakan dukung mendukung akan mulai terjadi, tentunya untuk memastikan kepemimpinan KABUPATEN BANDUNG 2020

Sementara itu, patut diperhitungkan figure Ir. Dony Mulyana Kurnia (DMK) yang sudah menyatakan sikap, siap maju kembali dalam perhelatan PILKADA KABUPATEN BANDUNG, dan DMK tentu punya kans besar, mengingat dia adalah figure yang sudah manggung pada 2015 sebagai Calon Wakil Bupati Bandung, dan pada saat itu DMK tidak terlalu kelihatan pamornya akibat tertutup Calon Bupati Deki Fajar.

DMK pada saat itu masih sebagai new comers, dan berani maju sebagai kompetitor baru, tentu saja pada sa’at itu DMK tidak terlalu di perhitungkan walaupun mempunyai potensi yang sangat besar untuk membawa kemajuan KABUPATEN BANDUNG. Salah satu yang menarik, dan tercatat dalam kampanye DMK 2015, dalam isue lingkungan hidup, DMK menggelindingkan konsep mengantisipasi bencana banjir citarum serta menjadikan Citarum sebagai ikon Kabupaten Bandung, dalam upaya meraih cita-cita menjadikan Citarum sebagai destinasi wisata dunia.

Lain 2015, dan lain 2020 ? DMK akan mulai di lirik oleh masyarakat Kabupaten Bandung, mereka mulai mengenal figure DMK dan akan mulai melihat potensinya yang tidak kalah dengan Ridwan Kamil, mengingat DMK, adalah Arsitek lulusan ITB seangkatan Ridwan Kamil. Dan sa’at ini profesinya sebagai pengusaha sedang naik daun, terpilih selaku Wakil Ketua Umum KADIN JABAR bidang Lingkungan Hidup & CSR, yang mulai gencar menggelindingkan program Mesjidmarket serta Baitul Mal JABAR JUARA untuk pemberdayaan ekonomi kerakyatan/ummat, dan di samping itu, patut diperhitungkan pula DMK mempunyai masa pendukung militan Barisan Islam Moderat ( BIMA ) dengan aktifitas utama Olahraga Pernafasan (ORPAS) dan Beladiri Tenaga Dalam (BTD), dan DMK selaku Ketua Umum DPP BIMA yang juga selaku Guru Besar ORPAS BTD BIMA

DMK selaku pengusaha profesional, dan mempunyai historis yang kental dalam PILKADA 2015 KABUPATEN BANDUNG, sudah barangtentu menjadi keniscayaan, bakal masuk bursa calon kuat dalam pertarungan di PILKADA KABUPATEN BANDUNG 2020.

DMK bukan saja sebagai kandidat wakil bupati seperti 2015, tapi di tahun 2020 bisa saja masuk bursa calon kuat Bupati Kabupaten Bandung, di samping itu akan hadir Calon Kuat dari Dinasty Obar, pelanjut Dadang Naser ? yang sa-at ini mulai di gadang-gadang, adalah isterinya Dadang Naser atau menantu Obar lainnya, dan kemudian calon kuat lainnya adalah Gungun Wakil Bupati dari PKS. Sementara itu K.H Sofyan Yahya, Agus Yasmin dan Deki Fajar, kharismanya memudar tidak akan terlalu muncul, dan elektabilitasnya turun dan akan sulit untuk bisa moncer kembali di 2020

Believe or not, demikianlah Genderang perang PILKADA KABUPATEN BANDUNG, dan peta politiknya tidak terlalu sukar untuk di baca.

Advertisement
Terimakasih telah berkunjung

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Advertisement

Copyright © 2019 | MVP