Puluhan UMKM Pamerkan Produk Unggulan dalam Festival Sentra Industri Kota Bandung

oleh -30 Dilihat

PIKIRKANRAKYAT.COM – Sebanyak 38 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) ambil bagian dalam Festival Sentra Industri dan Festival All About Tahu & Jajanan Kota Bandung yang digelar di Cihampelas Walk (Ciwalk), mulai 3 hingga 12 Juli 2026.

Puluhan pelaku usaha tersebut menampilkan beragam produk unggulan dari berbagai sentra industri yang selama ini menjadi identitas ekonomi kreatif Kota Bandung.

Mulai dari Sentra Rajut Binongjati, Sentra Sepatu Cibaduyut, Sentra Kaos dan Sablon Suci, Sentra Boneka Sukamulya dan Warung Muncang, Sentra Tas Kebonlega, Sentra Kaligrafi Cicaheum, Sentra Lukisan Siliwangi, Sentra Ecoprint Sadang Serang, hingga Sentra Alat Musik Tradisional Binong.

Tak hanya itu, Festival All About Tahu & Jajanan Kota Bandung juga menghadirkan beragam inovasi olahan tahu serta aneka jajanan khas yang menjadi bagian dari kekayaan kuliner Kota Kembang.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung, Ronny Ahmad Nurudin, mengatakan Festival All About Tahu telah menjadi agenda tahunan yang terus diperkuat sebagai identitas promosi kuliner Kota Bandung.

Bahkan, nama festival tersebut kini telah didaftarkan sebagai bagian dari perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) guna menjaga keberlanjutan branding yang telah dibangun.

“Melalui festival ini, kami berharap produk-produk unggulan daerah semakin dikenal masyarakat luas, akses pasar bagi pelaku usaha semakin terbuka, dan pada akhirnya mampu meningkatkan transaksi ekonomi yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat,” kata Ronny.

Menurut Ronny, sektor industri masih menjadi salah satu penopang utama perekonomian Kota Bandung. Berdasarkan data tahun 2025, sektor industri memberikan kontribusi sebesar 17,28 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Bandung dan menjadi sektor ekonomi terbesar kedua setelah sektor perdagangan.

“Industri kecil dan menengah merupakan tulang punggung pertumbuhan ekonomi daerah. Karena itu, kami terus melakukan berbagai upaya penguatan melalui pendampingan, pelatihan, serta dukungan pemasaran, baik secara daring maupun luring,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, berdasarkan pembaruan data tahun 2025, Kota Bandung memiliki 37 sentra industri yang menaungi 1.763 pelaku UKM dan menyerap 7.930 tenaga kerja. Berbagai sentra tersebut bergerak di sektor fesyen, kriya, kerajinan hingga kuliner yang selama ini menjadi identitas ekonomi kreatif Kota Bandung.

Festival tersebut secara resmi dibuka Sekretaris Daerah Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain, yang hadir mewakili Wali Kota Bandung. Ia mengapresiasi penyelenggaraan festival yang dinilai mampu menghadirkan ruang promosi sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi lokal.

“Berbagai produk unggulan Kota Bandung, baik makanan, kuliner, fesyen, sepatu, kerajinan maupun produk kreatif lainnya harus terus diperkuat dan dipromosikan. Ini menjadi kesempatan yang baik untuk memperkenalkan potensi daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” kata Iskandar.

Ia menambahkan, Kota Bandung tengah mempersiapkan diri menjadi tuan rumah sejumlah agenda berskala nasional pada tahun mendatang. Karena itu, kualitas dan daya saing produk unggulan daerah harus terus ditingkatkan agar mampu tampil sebagai representasi terbaik Kota Bandung. (JM)

No More Posts Available.

No more pages to load.