Elemen Aktivis 98 Mendesak agar HRS dan Anies Diproses Secara Hukum

oleh -12 views

HUKUM – Gerakan Habib Rizieq Sihab (HRS), dipandang berpotensi mengganggu keutuhan bangsa. Poster yang dibentangkan menyuarakan agar HRS ditangkap dan diadili.

“Negeri Indonesia merupakan amanah para pahlawan, para pejuang kemerdekaan, para ulama, para Aulia, para raja Nusantara. amanah para pendiri bangsa harus selalu kita jaga jangan sampai negeri Indonesia menjadi hancur,” kata Sekretaris Perhmpuan Pergerakan Jejaring Nasional Aktivis (PPJNA) 98, Abdul Salam Nur Ahmad.

Menurutnya, NKRI yang berdasar Pancasila dan UUD 45 sudah final tidak bisa diganggu gugat oleh siapapun, yang mencoba akan merubah dengan dasar apapun diluar Pancasila itu adalah berbuat makar, akan berhadapan dengan TNI, Polri dan seluruh rakyat Indonesia.

“Selain itu perilaku yang dilakukan HRS dan Anies sudah jelas melanggar hukum, melanggar protokol kesehatan harus diperiksa ditangkap diseret ke pangadilan,” katanya dalam orasi yang disampaikan di tengah aksi unjuk rasa bersama di depan Mapolda Metrojaya, Jalan Sudirman Jakarta Selatan, Jumat (20/11/2020).

Sekitar pukul 13.30 wib di depan Mapolda Metrojaya DKI Jakarta, berlangsung aksi unjuk rasa gabungan dari Barikade 19, PPJNA 98, KPPSMI, Jarnas 98, sekitar 200 orang dengan korlap Abdul Salam Nur Ahmad, menuntut agar pihak Polda Metro Jaya DKI Jakarta secepatnya memproses hukum dan menangkap HRS dan Anies Bawesdan.

Anto Kusumayuda Ketum PPJNA 98 mengatakan Indonesia dan dunia sedang dihadapkan pandemi Covid 19, harus bersatu padu, bahu membahu dalam menghadapi pandemi Covid-19, seluruh masyarakat harus disiplin melaksanakan protokol kesehatan sebagaimana peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.

Budi Hermansyah Ketua Barikade 98 Jabar dalam orasinya mengaku sangat memprihatinkan HRS dan Anies yang secara terbuka sengaja melabrak protokol kesehatan Covid 19 yang telah ditetapkan, itu sama dengan mencoreng supremasi hukum dan mencoreng wibawa pemerintahan Jokowi sedang berjibaku menghadapi Covid 19.

“Lebih memprihatinkan HRS telah menghina , menghujat TNI, Polri, itu semua mengindikasikan telah melakukan konspirasi akan menjatuhkan pemerintahan Jokowi, yang memalukan Anies sebagai gubernur lebih memilih taat menghargai sama HRS ketimbang loyal dan menghargai Presiden Jokowi,” ungkap Budy juga sebagai Presidium Jarnas 98.

Setelah massa pengunjuk rasa mendesak pihak petugas kepolisian yang berjaga, sempat terjadi desakan saling menekan, akan melakukan pembakaran baliho HRS. Massa pengunjuk rasa diterima perwakilan oleh pihak Polda Jabar diwakili oleh Dirkrimum Polda Metro Jaya diruangnya, yang diterima Anto Kusumayuda Ketum PPJNA dan Abdul Salam Sekjen PPJNA 98.

Abdul Salam Nur Ahmad mengatakan hasil pertemuan, di antaranya pihak Polda Metro Jaya sedang mengusut atas kejadian HRS waktu kepulangan ke tanah air, waktu maulid nabi Muhamad Saw dan pernikahan anaknya akan ditindaklanjuti dan diproses hukum.

“Pihak pengunjuk rasa tetap menuntut Polda Metro Jaya untuk untuk menangkap HRS dan Anies Bawesdan, kalau tidak ditangkap Jaringan pergerakan aktivis 98 akan aksi lebih besar ke Polda Metro Jaya,” ujar Abdul Salam.