SUBANG – Sedikitnya 250 warga pasar Purwadadi berkonvoi menuju kantor Pemda Subang, Kamis(20/6/2019). Mereka berhimpun mengatasnamakan Badan Koordinasi Pedagang Pasar Purwadadi (BKP3). Puluhan kendaraan dikawal Kapolsek Purwadadi, AKP R. Jusdijachlan SH.MM.

Ketua BKP3, Uus Kusno langsung berorasi setiba di kantor Pemda, dilanjutkan dengan orator lain Ifan Yudi dan Nining, didampingi Koordinator Lapangan, Putra Daya.

Aksi itu menuntut agar kegiatan pengembang di Pasar Purwodadi dihentikan, karena meresahkan warga pasar. Selanjutnya, Ketua BKP3 beekoordinasi dengan Kabag Humas Pemda Subang, Asep dan Kasat Intel Polres Subang AKP Sonson Sanjaya, SH.

Sekira pukul 09.45 WJB, massa BKP3 diterima Bupati Subang, Ruhimat untuk beraudensi, diwakili 10 orang.

“Ini sudah urgen, kami memohon agar Pemda segera menyerahkan kepada kepolisian untuk menyikapi masalah ini,” kata Ketua BKP3 Uus seraya menagih janji Bupati sebelum tanggal 30 Juni jangan ada kegiatan di lokasi.

“Tapi nyatanya berbeda di lapangan. Bahkan ada intimidasi. Kami meminta agar swastanisasi tidak diterapkan di Pasar Purwodadi. Kami siap jika pembangunannya dengan pemerintah,” ujar Uus.

Bupati tidak menampik, pihaknya telah mendelegasikan kepada kepala dinas. Menurutnya, besok akan minta kepada para pengembang untuk tidak melaksanakan kegiatan.

“Saya ingin sebelum tanggal 30 Juni ingin melaksanakan pertemuan seperti ini lagi. Saya harus ketemu dengan pihak pengembang dan akan menelusuri terkait pengembangan,” katanya.

Bupati meminta pada tanggal 2 Juli mengadakan pertemuan lagi dengan BKP3, untuk menyampaikan hasilnya. “Mudah-mudahan aspirasi warga pasar dapat direalisasikan dengan cara yang bijak,” kata Bupati.