Produksi Udang Lobster di Pangandaran Meningkat Signifikan

oleh -2491 Dilihat
Produksi Udang Lobster di Pangandaran Meningkat Signifikan
Produksi Udang Lobster di Pangandaran Meningkat Signifikan. Foto: Istimewa

PANGANDARAN – Produksi udang lobster di Kabupaten Pangandaran tercatat telah mengalami peningkatan yang signifikan. Sebelumnya, produksi udang ini menurun akibat tingginya penangkapan baby lobster.

Mega, seorang Analis Pengelola Produksi dari Dinas Kelautan, Perikanan, dan Ketahanan Pangan (DKPKP) Kabupaten Pangandaran, menyebutkan bahwa produksi udang lobster konsumsi meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Berdasarkan data pada tahun 2021, produksi udang lobster di Kabupaten Pangandaran mencapai 1.600 kilogram, namun mengalami penurunan menjadi 1.200 kilogram pada tahun 2022. Pada tahun 2023, produksi lobster menurun tajam hingga hanya mencapai 295 kilogram.

“Namun di tahun 2024, sampai dengan bulan April ini, produksi udang lobster meningkat menjadi 2.300 kilogram,” kata Mega Jumat, (7/6/2024).

Dia menjelaskan, bahwa produksi udang lobster sempat mengalami penurunan drastis lantaran tingginya penangkapan baby lobster yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Baby lobster waktu itu menjadi pilihan utama para nelayan karena harganya yang bisa mencapai belasan ribu rupiah per ekor, tergantung ukurannya.

DKPKP sendiri yang berperan sebagai pembina dan pengawas dalam aktivitas penangkapan baby lobster, sementara penindakan dilakukan oleh TNI AL dan Polri.

Setelah penindakan terhadap penangkapan baby lobster dilakukan, DKPKP melanjutkannya dengan pembinaan. DKPKP juga kerap kali terlibat dalam patroli penangkapan baby lobster.

Mega mengindikasikan bahwa tren penangkapan baby lobster mungkin sedang menurun. Penangkapan baby lobster untuk tujuan budidaya masih diperbolehkan dengan aturan yang sangat ketat. Termasuk adanya rekomendasi dari pemerintah setempat dan kejelasan legalitas kerja sama untuk ekspor ke luar negeri.

Sejauh ini, belum ada pembudidaya atau pihak yang mengajukan izin untuk ekspor di Kabupaten Pangandaran. Nelayan yang ingin menangkap baby lobster harus melalui proses perizinan yang ketat.

Saat ini, jenis lobster konsumsi yang paling banyak di Kabupaten Pangandaran adalah jenis mutiara dan pasir, dengan harga yang bisa mencapai jutaan rupiah tergantung ukurannya.

No More Posts Available.

No more pages to load.