BPBD Tasikmalaya Siapkan 6 Armada Antisipasi Krisis Air

oleh -1476 Dilihat
BPBD
BPBD Tasikmalaya Siapkan 6 Armada Hadapi Krisis Air. Foto: Istimewa

TASIKMALAYA, PR –  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, telah mempersiapkan sebanyak enam armada untuk mengantisipasi kebutuhan air bersih bagi masyarakat saat musim kemarau.

Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Dede Sudrajat, menuturkan kekurangan air itu dapat berdampak buruk bagi masyarakat.

“BPBD akan tetap siaga menghadapi musim kemarau yang sudah mulai terjadi di beberapa daerah dan tentunya untuk sekarang memang  ada sebagian kecamatan sudah meminta air bersih supaya dikirim seperti di Kecamatan Cineam. Kami akan berkaca terutamanya di tahun lalu, pendistribusian air bagi masyarakat akan dilakukan sesuai surat permohonan dari Desa dan Kecamatan,” kata Dede di Tasikmalaya, Jumat, (7/6/2024).

Dia juga mengatakan, memasuki musim kemarau tahun ini harus sebelumnya diantisipasi. Mengingat di wilayah Kabupaten Tasikmalaya terdapat beberapa wilayah termasuk luas lahan persawahan yang dimiliki petani dapat menyebabkan gagal panen meski sebagian mengambil sumber mata air berada di pegunungan.

Oleh karena itu, kata dia, pemerintah akan tetap berupaya membantu mereka dengan mendistribukan air supaya kebutuhan tersebut terpenuhi.

“Untuk kendaraan yang akan disiapkan nanti jumlahnya mencapai 6 unit berasal dari BPBD, Perumda Tirta Sukapura, PUPR dan jerigen serta mesin pompa air bagi lahan pertanian untuk menarik air dari sungai melalui saluran irigasi. Pendistribusian bantuan air bersih bagi masyarakat sudah dipersiapkan, tapi sampai sekarang ini belum ada laporan meminta air bersih,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Tasikmalaya, Adang Mulyana menyebut, memasuki musim kemarau sudah memberikan bantuan 4 unit pompa air bagi petani di Kecamatan Kawalu guna meningkatkan hasil produksi. Namun pada panen pertama hasil produksi turun karena banyak lahan terserang hama wereng batang coklat dan burung pipit.

“Kami sudah memberikan 4 unit pompa air di Kawalu dan Gunung Tandala dan sekarang ini masih mengajukan kembali 50 unit ke tingkat Provinsi Jabar dan Pusat, mudah-mudahan terealisasi. Pengajuan pompa air tersebut, mengantisipasi kekeringan lahan meski hasil produksi gabah pada panen sekarang malah menurun mencapai 60 persen,” ujarnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.