Connect with us

MEDIA

People Power Ditenggarai Bermotif Makar

|

POLITIKA – Gerakan people power yang berhembus kencang menjelang 22 Mei 2019 ditenggarai bermotif makar. Pandangan itu mengemuka saat Aksi Damai dan Doa Bersama hari ke-8, Senin (13/5/2019).

Napak tilas perjuangan para aulia, para ulama dalam mencerdaskan ummat dan memerdekakan Indonesia dari belenggu penjajah. Menyikapi perkembangan situasi menjelang 22 Mei 2019, pleno KPU Pusat penetapan hasil rekapitulasi nasional pemilu dan menetapkan pemenang pilpres, hoaks, provokasi semakin gencar, masyarakat digiring, dipecah-belah, didoktrin kebencian oleh pihak pihak yang tidak menerima hasil pemilu pilpres.

Sampai tersiar memprovokasi dengan mengatasnamakan agama sampai mengaitkan bahwa 22 Mei 2019, bertepatan 17 ramadhan dikaitkan dengan Perang Badar. Masyarakat didoktrin di provokasi situasi perang bahwa yang dihadapi adalah musuh, orang kafir harus diperangi? Semua provokasi itu untuk mengerakkan rakyat dalam sebuah people power menolak hasil pilpres dan menjatuhkan pemerintahan yang sah.

Kondisi diatas sangat memperihatinkan sesama anak bangsa, diadu domba, dipecah belah sampai kondisi begini. Membuat keprihatinan tokoh muda pergerakan atas situasi bangsa dan negara saat ini.

Pegiat Kampung Literasi Haruman, Igi Saputra, mengatakan yang mengaitkan 22 Mei 2019 dengan peristiwa Perang Badar pada 17 Ramadan 2 H atau 13 Maret 624 M sangat terlalu jauh, itu adalah provokasi, hoaks, akan memecah belah rakyat, memecah belah ummat Islam khususnya.

“Konspirasi kesengajaan menyebarkan doktrin kebencian mengatasnamakan agama, ketika kalah dalam pilpres putus asa memprovokasi rakyat melakuka people power, membuat kekacauan untuk meruntuhkan NKRI,” kata aktivis HMI itu.

Ketua Komite Pergerakan Pemuda Santri dan Mahasiswa Indonesia (KPPSMI) Jabar, Dede Heri, memandang kelompok yang memanfaatkan 22 Mei 2019 untuk menolak hasil pilpres dengan menyamakan Perang Badar.

“Menggiring kekacauan, kerusuhan dengan goal politiknya membuat Indonesia menjadi seperti suriah, Irak, Mesir, isu pilpres hanya isu antara, Prabowo dimanfaatkan sebagai triger untuk memuluskan agenda titipan untuk menghancurkan NKRI”, katanya.

Dipertegas Kordinator Nasional Jaringan Tokoh Simpul Masyarakat Desa, Indra Permana S.AP. Menurutnya, sebagai anak bangsa tidak akan tinggal diam atas tindakan kelompok orang perorang yang akan menghancurkan NKRI.

“Kami menyerukan pada seluruh rakyat Indonesia kaum muslimin untuk waspada tidak terprovokasi dan melawan mereka yang tiada henti terus memprovokasi, menyebarkan kebencian dan pada tanggal 22 Mei akan melakukan people power dengan tujuan menjatuhkan pemerintahan yang sah,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal Gerakan Indonesia Satu, Abdul Salam Nur Ahmad, mengatakan “Bangsa Indonesia sedang diuji oleh kekuatan kekuatan yang tidak menginginkan Indonesian damai, negeri yang baldatun toyibatun warobun ghofur,” katanya.

Dalam perjalanan napak tilas, kata dia, akan menyampaikan spirit amanah perjuangan para aulia, para ulama, para pendiri bangsa Bung Karno-Bung Hatta, dan para pahlawan pada Bapak Jokowi – KH Maruf Amin, jangan khawatir harus tetap optimistis selama kebenaran, perjuangan dan pengabdian untuk rakyat, bangsa dan menyelamatkan NKRI.

“Untuk kedamaian, keselamatan dan kemakmuran Indonesia mari kita selalu beristigfar, bertasbih atas keagungan dan mensyukuri semua karunia Allah, Tuhan Yang Mahawsa,” katanya.

Advertisement

Tinggalkan pesan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

POLITIKA16 jam lalu

Forum Aktivis 98 Jabar: Usut Tuntas Dalang Kerusuhan

POLITIKA – Forum Aktivis 98 Jawa Barat angkat bicara terkait perkembangan politik tanah air pascapemilu yang mengakibatkan kerusuhan pada 21-22...

EKBIS20 jam lalu

Banyak yang Bisa Membeli, Sedikit yang Bisa Merawat

Dede Farhan Aulawi | Pengamat Sosial SAAT seseorang belum memiliki sesuatu yang diinginkannya, maka ia menoba membangun mimpi dan berusaha...

SOSBUD1 hari lalu

Pesan Damai dari Tatar Parahiyangan

SOSBUD – Berlatar suasana lereng Galunggung Tasikmalaya, tugu Asmaulhusna menjadi saksi kota Tasik sebagai kota santri. Aksi Peduli dan Doa...

MEDIA2 hari lalu

Ambisi Elit Bisa Memicu Musibah Demokrasi

POLITIKA – Ketua Umum Perhimpunan Pergerakan Jejaring Nasional Aktivis 98, Anto Kusumayuda menyampaikan pernyataan keprihatinan, pascaricuh 22 Mei. Anto mengaku...

MEDIA3 hari lalu

Tak Ada Kebenaran Absolut, Semua Punya Versi Sendiri

Catatan Diella Dachlan | INI yang kalian mau? Negeri yang pernah indah dan damai tinggal kenangan, puing-puing dan trauma?. Kalau...

SOSBUD3 hari lalu

Tenaga Jiwa Hari Kebangkitan Nasional

20 Mei 1883 – Gunung Krakatau mulai meletus. 20 Mei 1908 – Organisasi Budi Utomo didirikan oleh para pelajar STOVIA...

SOSBUD4 hari lalu

Jebakan Batman Radikalisme dan Blunder Inkonstitusional

Ir. Dony Mulyana Kurnia | Ketua Umum DPP Barisan Islam Moderat (BIMA) dan Mantan Ketua Pemuda Reformasi Indonesia (PRI) Jabar...

POLITIKA4 hari lalu

Kemenangan Demokrasi dan Reformasi, Kemenangan Rakyat Indonesia

POLITIKA – Setelah penetapan rekapitulasi nasional Pilpres oleh KPU Pusat, Selasa dini hari, (21/5/2019). Pasangan calon nomor urut 01 Joko...

SOSBUD5 hari lalu

Istigasah dan Doa Bersama untuk Keselamatan Negeri

SOSBUD – Menghangatnya dinamika politik disikapi dengan berbagai cara. Menjelang penetapan hasil Pilpres 2019, Majelis Zikir Nur Muhamad, Forum Masyarakat...

POLITIKA5 hari lalu

Massa Menolak People Power di Balai Kota Tasik

POLITIKA – Unjuk rasa puluhan orang berlangsung di Balai Kota Tasikmalaya, Senin (20/5/2019). Aksi itu melibatkan beberapa elemen masyarakat, di...

Advertisement

Copyright © 2019 | MVP