POLITIKA – Refleksi dan napak tilas perjuangan para aulia, para ulama, para pendiri bangsa dan seluruh pahlawan yang telah berkorban jiwa raga untuk meraih kemerdekaan Indonesia.

Perenungan yang lahir dari aksi peduli dan doa bersama hari ke-7 terus berlangsung, Minggu (12/5/2019). Ketua Komite Pergerakan Pemuda Santri dan Mahasiswa Indonesia (KPPSMI) Jabar, Dede Heri, mengatakan people power yang digaungkan kelompok kalah dalam pilpres itu sebuah penghianatan atas spirit perjuangan dan cita-cita pendiri bangsa.

People power hanya sebuah ambisi kekuasaan pribadi dan kelompok, tidak legowo menerima hasil pilpres, hanya akan memanfaatkan rakyat untuk dendam politik menggukingkan pemerintahan yang sah,” katanya.

Hal senada disampaikan Ketua Jaringan Tokoh Simpul Masyarakat Desa, Indra Permana S.AP. Menurut dia, people power hanya akan memecah belah rakyat, menghancurkan persaudaraan kebersamaan yang sudah terjalin yang akhirnya akan menghancurkan NKRI, yang akan membuat Indonesia menjadi perang saudara.

“Apakah kita rela? Jelas tidak semua upaya gerakan yang akan memanfaatkan rakyat untuk people power menggulingkan pemerintahan yang sah harus dilawan dan ditolak oleh rakyat,” kata Indra.

Ditegaskan pula Sekjen Gerakan Indonesian Satu, Abdul Salam Nur Ahmad. Menurutnya, pemerintah dalam hal ini Kapolri, Panglima TNI harus menindak tegas dan menangkap siapa pun tanpa pandang bulu, yang akan berbuat makar, menghancurkan NKRI, memecah belah rakyat.

“Gerakan people power dengan triger menolak hasil pilpres yang tujuan politiknya menggulingkan pemerintahan yang sah yang paling bahaya adalah menggiring Indonesian pada situasi perang saudara. Hal itu yang diinginkan kekuatan asing agar Indonesia sama halnya yang terjadi di beberapa negara Timur Tengah, Suriah, Irak dan lain-lain,” katanya.

People power dengan alasan menolak hasil pilpres dan pemilu 2019, kata Ketua Kampung Literasi untuk Pencerahan Indonesia, Igi Saputra, adalah sikap langkah yang mengkhianati nilai nilai dan cita perjuangan para pahlawan, para pendiri bangsa, para aulia, para ulama.

“Oleh karena itu seluruh rakyat Indonesia harus menolak people power yang digaungkan kelompok yang kalah dalam pilpres,” katanya.