BOGOR – Ojek dalam jaringan (daring) PT Gojek Indonesia menggelar aksi damai dengan agenda klarifikasi dan meminta kebijakan kepada perusahaan ikhwal penurunan tarif dan skema poin dan bonus pada setiap driver, Selasa (30/7/2019).

Mereka mendatangi kantor perwakilan PT GI untuk menyampaikan aspirasi. Diwakili delapan orang dari komunitas rider gojek yang ada di Kota Bogor.

Menurut mereka, penurunan harga tarif l diberlakukan oleh perusahaan yaitu Rp 13.000/ trip dan dipotong Rp 4.200 Sehingga Driver menerima Rp 8.800 / trip . Untuk mencapai target bonus maksimal Rp 300.000 sesuai trip harus mendapatkan 25 trip, sebelumnya mendapatkan bonus Rp 400.000,- hanya untuk 21 trip.

Pada dasarnya semua driver menolak kebijakan skema poin dan bonus yang terbaru terhitung mulai tanggl 29 Juli 2019.
Para driver menolak skema yang saat ini berlaku dalam aplikasi PT. Gojek Indonesia.

Mereka menuntut agar dikembalikan sistem atau ditingkatkan kembali untuk Insentif atau poin kembali ke peraturan yang lama skema 21. Bila tetap dilaksanakan skema 25 maka tuntutan driver yaitu memberlakukan sistem argo atau pemotongan operasional dari yang semula 25 Persen menjadi 10 persen.

Humas PT Gojek Indonesia Kota Bogor, Aryo didampingi Hendri (PT GI Jakarta) dan Ikhsan (PT GI Cabang Bogor) mengimbau agar para driver bisa menahan diri sampai usulan atau rencana pengembalian skema dan bonus trip kembali ke seperti semula menunggu penetapan dari PT GI Jakarta.

Demikian jurnalis warga dalam jaringan melaporkan dari Kota Bogor. (RM)