Puluhan Peserta Antusias Ikuti Pelatihan Panata Acara Basa Sunda di Kota Tasikmalaya

oleh -15 Dilihat
oleh
Gentra Loka Vol 5, Pelatihan Panata Acara Basa Sunda di Kopi Siloka, Kota Tasikmalaya, Sabtu (27/6/2026). Foto: Istimewa

TASIKMALAYA — Di pekan terakhir bulan Juni ini, Komite Budaya Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kota Tasikmalaya (DKKKT) menggelar Gentra Loka Vol 5, Sabtu (27/6/2026) di Kopi Siloka, Indihiang.

Gentra Loka Vol 5 hadir dalam bentuk pelatihan panata acara atau pembawa acara dalam bahasa Sunda. Sebanyak 80 peserta yang didominasi para pembawa acara tampak begitu antusias mengikuti pelatihan ini.

Ketua pelaksana Gentra Loka Vol 5, Angga Bhatara menyebut bahwa digelarnya pelatihan ini bertujuan untuk memperluas pengetahuan bahasa Sunda bagi para pembawa acara di Tasikmalaya.

“Tidak lain, tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengajak mereka yang berprofesi sebagai pembawa acara terutama dalam bahasa Sunda agar terus memperluas literasi kebahasaannya,” ujar Angga.

Dia menilai para pembawa acara mesti memiliki ruang komunal untuk saling terhubung satu sama lain. “Komite Budaya melalui Gentra Loka mencoba menghadirkan ruang konektifitas bagi mereka. Kami meyakini, ruang semacam ini akan menambah spirit bersama selaku pegiat ekonomi kreatif,” katanya.

Sementara itu, Ketua Komite Budaya DKKKT Cevi Whiesa menilai, para pembawa acara perlu mendapatkan suntikan edukasi yang berkaitan dengan tata bahasa.

“Setidaknya, pembawa acara itu harus bisa menggunakan setidak-tidaknya dua bahasa, nasional dan daerah dengan baik dan benar. Sebab bahasa adalah modal utama bagi para pembawa acara,” kata Cevi.

“Apalagi bahasa Sunda sebagai bahasa yang sangat kaya, pembawa acara dituntut untuk menyelami kompleksitasnya,” imbuhnya.

Narasumber pelatihan ini yakni Arini Dwi Jayanti, S.Pd dari Daya Mahasiswa Sunda (DAMAS). Dirinya memberikan berbagai materi yang penting untuk dipelajari pembawa acara, khususnya dalam bahasa Sunda.

Gentra Loka merupakan program kerja Komite Budaya DKKKT, digelar setiap bulan pada pekan terakhir dalam bentuk diskusi budaya, pelatihan, dan panggung apresiasi kesenian. ***

No More Posts Available.

No more pages to load.