SOSBUD – Menjelang akhir Ramadan. Mohon ampunan dan memuji keagungan Allah. Napak tilas perjuangan para aulia mendirikan dan menjaga NKRI. Menggali dan internalisasi gurah perjuangan mewujudkan Indonesia damai. Mengawal kemenangan Jokowi-Amin hasil dari proses demokrasi sesuai konstitusi negara.

Sekjen Gerakan Indonesia Satu, mengatakan sudah saatnya kita semua mengikuti jejak para aulia Allah dalam berjuang mengabdi dan berbakti untuk masyarakat, bangsa dan negara. Perjuangan dan pengabdian secara totalitas tiada lain sebagai wujud ibadah dan mahabah pada Allah, Tuhan YME, itu semua untuk kebaikan, kemajuan masyarakat, bangsa dan negara.

“Cukup sudah ambisi kekuasaan yang pada akhirnya akan merusak tatanan masyarakat, berbangsa dan bernegara “, kata aktivis Pelajar Islam Indonesia (PII) di Kab.Garut itu.

Momentum Ramadan, menurutnya, sarat berkah. Pihaknya mengajak pada pemimpin negeri, politisi, para elite politik, saudara anak bangsa untuk mengikuti jejak perjuangan para aulia, para ulama, para pahlawan, pendiri bangsa, Soekarno Hatta secara totalitas berjuang, mengabdi untuk negeri dalam merebut kemerdekaan.

“Jangan karena kepentingan sesaat, kepentingan pragmatis mengorbankan kepentingan lebih besar negara bangsa dan melupakan hakikat tujuan hidup, mengabdi, berbakti, sebagai wujud amal ibadah pada Allah, Tuhan YME ” kata mantan aktivis Buruh Kowil SBSI Jawa Barat itu.

Pascapilpres, kata dia, sebuah kontestasi demokrasi telah usai, saatnya bersatu kembali dalam naungan Indonesia Satu, jangan biarkan rakyat terbelah atau dibelah, diprovokasi dengan kebencian.

“Fitnah itu tidak dikehendaki oleh Allah yang maha pengampun dan maha rahman rahim. Siapapun tidak ada yang sempurna dimata Allah, memiliki kekurangan, kita sebagai manusia tidak punya hak menghukumi hanya hak Allah,” kata aktivis 98 Bandung, yang juga alumni HMI itu.

Perjalanan napak tilas dan Doa untuk Kedamaian Negeri menginjak hari ke-27, dengan setia tanpa lelah selalu hadir Abdul Salam Nur Ahmad (Sekjen Gerakan Indonesia Satu/Sekjen Perhimpunan Pergerakan Jejaring Nasional Aktivis 98), Indra Permana S.AP (Kord Nasional Jaringan Tokoh Simpul Masyarakat Desa), Dede Heri S.IP (Ketua KPPSMI Jabar), Igi Saputra (Ketua Kampung Literasi untuk Pencerahan Indonesia), Wahyu Hidayat ( Forum Demokrasi Masyarakat Desa), Ustad Apep Sambas, Ajengan Ipin Aripin (Majelis Dzikir Nur Muhamad) dan Siti Ratna Maymunah S.Pd ( Ketua Bersinar Centre).