Sanggar Seni Ruas Katresna Cisayong Resmi Berdiri, Bawa Spirit Seni Tradisi

oleh -165 Dilihat
oleh
Suasana kliningan dan jaipongan pada acara sanggar seni Ruas Katresna, Kamis (26/3/2026). Foto: Angga

PIKIRKANRAKYAT.COM — Sebagai ungkapan syukur atas dan peresmian sanggar seni Ruas Katresna, digelar pentas budaya bertema “Niti Harti Budaya Awi Karangmulya Ngadeg Wibawa” sekaligus penyerahan Surat Keputusan Organisasi Kesenian (SKOK) dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (26/3/2026).

Ketua sanggar seni Ruas Katresna Nanang mengungkapkan, berdirinya sanggar ini didasari kecintaan terhadap kesenian tradisional Sunda khususnya yang berkaitan dengan seni bambu. Prioritas utama dari sanggar seni ini adalah pendidikan alat musik bambu, yakni angklung buncis.

“Alhamdulillah, atas kekompakan dan keinginan untuk tetap melestarikan seni Sunda, Ruas Katresna lahir untuk Cisayong dan Tasikmalaya,” ungkap Nanang, Kamis (26/3/2026).

Kabid Kebudayaan Disdikbud Kabupaten Tasikmalaya Asep Jaelani mengapresiasi hadirnya sanggar seni Ruas Katresna, sebagai ruang pendidikan dan ekspresi kesenian bagi para anak muda khususnya yang ada di wilayah Kecamatan Cisayong.

“Saya sangat mengapresiasi berdirinya sanggar seni Ruas Katresna ini, saya berharap sanggar ini mampu melahirkan generasi yang mencintai seni budaya Sunda,” ujarnya.

Sementara itu, seniman sekaligus budayawan Tasikmalaya Cevi Whiesa yang juga turut hadir dalam kesempatan itu mengatakan hadirnya sanggar seni Ruas Katresna merupakan bukti bahwa geliat kesenian tradisional di Tasikmalaya tidak pernah mati. Dia menyebut, Ruas Katresna dapat menjadi kantong budaya di wilayah Cisayong.

“Lahirnya Ruas Katresna ini merupakan bukti bahwa seni tradisional di Tasikmalaya berada dalam zona aman. Saya kira, generasi baru pegiat kesenian akan banyak dilahirkan oleh sanggar ini,” tuturnya.

Cevi menyinggung bahwa Cisayong memiliki seorang maestro sekaligus budayawan yang sangat berpengaruh pada masanya yakni Wahyu Wibisana. Kelahiran sanggar ini, kata Cevi, menjadi panyambung perjuangan sosok Wahyu Wibisana.

“Cisayong telah melahirkan tokoh besar yang mewakafkan hidupnya untuk seni dan budaya Sunda yaitu Pak Wahyu Wibisana, saya kira Ruas Katresna dapat meneruskan semangat almarhum dalam melestarikan seni budaya,” lanjutnya.

Penyerahan SKOK dari Disdikbud dilakukan pada Kamis siang, kemudian pada malam hari dilanjutkan dengan pementasan kesenian angklung sered, ciawian, rajah pamunah, dan kliningan. Sanggar Ruas Katresna di Jalan Cirando, Desa Karangmulya, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya. ***

 

No More Posts Available.

No more pages to load.