Pangandaran – Halaman SMK Bakti Karya Parigi pada Minggu (10/8) dipenuhi 300 peserta dari berbagai kalangan. Pasalnya, sekolah yang lebih dikenal “sekolah multikultural” ini dipilih sebagai tempat penyelenggaraan Gelar Karya Pelajar Pancasila dan Sosialisasi Relawan Kebajikan Pancasila.
Kegiatan ini merupakan kerjasama antara Komisi XIII DPR RI dengan BPIP yang melibatkan mitra strategis di dapil X yaitu pemerintahan Kabupaten Pangandaran dan SMK Bakti Karya Parigi.

Acara dibuka dengan pertunjukan penyambutan, lagu Indonesia Raya 3 Stanza, dan sambutan Kepala SMK Bakti Karya Parigi, Jujun Junaedi.
“Tujuan utama dari kegiatan ini adalah menumbuhkan kesadaran tentang Pancasila bagi kalangan muda untuk bertindak sebagai relawan kebajikan,” ungkap Jujun dalam sambutannya.
Para pembicara membincang bagaimana menggali pengalaman praktis Pancasila dalam kehidupan. Narasumber kegiatan ini antara lain Dr.Tr. Agun Gunandjar Sudarsa, Bc.IP., M.Si., Profesor Dr. Muhammad Sabri, M.Ag., Dede Sutiswa Nataatmaja, Deni Wahyu Jayadi sebagai pakar pendidikan alternatif. Acara dipandu fasilitator, santai tapi terarah.
Narasumber membincang Pancasila lebih luas. Agun menyampaikan bahwa Pancasila relevan dengan konteks kedirian manusia. Ia mencontohkan “Dalam tubuh kita, Pancasila dapat dipahami dengan melihat jari kita. Saya menyebutnya Salam Lima Jari. Jari-jari kita memiliki makna yang kalau direnungi mewakili semangat Pancasila,” ungkap anggota DPR RI Komisi XIII yang berasal dari dapil X.
Pakar, praktisi dan audiens saling menanggapi dan memperkaya pembahasan. Narasumber pakar yang juga pegiat Sakola Motekar, Deni WJ, menuturkan bahwa Pancasila sebenarnya setiap hari hadir di tengah masyarakat salah satunya melalui permainan tradisional. Deni pun mengajak peserta untuk bermain dipandu oleh anaknya yang tidak disekolahkan di sekolah formal, dipandu grup kesenian Ki Pamanah Rasa.
Direktur Kajian BPIP, Prof Dr Muhammad Sabri., M.Ag, menyampaikan materi untuk melengkapi khazanah nilai Pancasila yang relevan dengan eksistensi bangsa Indonesia.
Selain siswa SMK Bakti Karya Parigi, peserta ini diikuti oleh undangan diantaranya pemerintahan Kabupaten Pangandaran, pemerintahan Desa Cintakarya, Jajaran DPRD Kabupaten Pangandaran, 200 dari SMAN 1 Parigi, SMAN 1 Pangandaran, SMKN 2 Pangandaran, SMKN 1 Cijulang, SMK Maarif NU Parigi, SMK Kesehatan, MAN1 Pangandaran, MA Jamanis, MA YBH Cigugur dan undangan khusus organisasi seperti Komunitas Belajar Sabalad, Sarasa Institut, KNPI Kabupaten Pangandaran, Karangtaruna Desa Cintakarya, HMI Komisariat Pangandaran, PMII Komisariat Pangandaran, BEM Universitas Padjajaran, BEM STITNU, Komunitas Bonsai Cintakarya, SSB Cintakarya, Raksa Bintana, Standupindo Pangandaran, FTBM Pangandaran dan PKK Cintakarya.





