Oleh: Roni Tabroni

Orang Bandung sedang dirundung tanya, mengapa banjir kali ini seringkali terjadi di bagian atas? Bukannya banjir itu mestinya terjadi di daerah cekungan? Sejak dulu jika hujan deras, masyarakat yang ada di bagian atas Bandung selalu aman.

Kini zaman sudah berubah. Serba paradok. Dulu Bandung heurin ku tangtung, kini Bandung jadi lautan banjir. Sudah dihantui sesar Lembang masalah lain di depan mata adalah terjangan air bah yang siap datang tanpa bisa diprediksi.

Para pakar dan aktivis lingkungan sudah lama memprediksi apa yang akan terjadi hari ini. Bahwa suatu saat nanti, longsor dan banjir akan lebih sering terjadi, seiring penggundulan hutan di kawasan utara yang notabene daerah resapan air.

Seperti yang tidak ingin kalah dengan media sosial yang selalu kebanjiran opini politik dan lautan hoaks, alam Bandung dan sekitarnya turut meramaikan tahun politik. Sepertinya alam sedang mengirimkan pesan politik kepada para kontestan politik yang bertarung di tahun ini.

Ketika manusia semakin serakah, alam memberikan balasannya. Ketika kebijakan diperjualbelikan, datang kehancuran. Ketika uang mengusik kedamaian, lingkungan memberikan balasan.

Masa kampanye yang teramat panjang idealnya berbanding lurus dengan peningkatan kualitas demokrasi. Masyarakat semakin cerdas dan kedewasaan publik meningkat.

Rupanya, politik tidak hanya membutuhkan kata-kata, tetapi juga contoh. Para elit politik yang selalu berbicara yang manis-manis, tidak bisa berbuat banyak ketika menghadapi kenyataan pahit.

Ketika bencana alam terjadi, politisi tidak bisa menghentikan eksploitasi lingkungan. Kontraproduktif antara yang dibicarakan dengan aksinya. Para elit menjadi autis, abai terhadap persoalan di depan mata.

Para elit politik sangat elok jika memberikan contoh perilaku baik. Menyayangi alam, pro kemanusiaan dan lingkungan, cinta damai dan menjadi inspirasi buat publik dan generasi muda.

Semuanya harus tercermin dalam tindakan bukan hanya kata-kata. Para kepala daerah yang sudah dilantik harus membuktikan, perilaku politik lebih penting dari janji. Kebijakan yang substantif harus menjadi pilihan kendati itu tidak populis. Memelihara hutan lebih penting daripada memperbanyak taman.

Persoalan lingkungan di Jawa Barat secara umum dan kawasan Bandung pada khususnya membutuhkan keberpihakan pengambil kebijakan. Berhenti berkata-kata, buktikan dengan aksi nyata, dan tidak mengumbar citra karena Anda semua sudah terpilih. Saatnya bekerja dan memberikan contoh bagi rakyatnya, bukannya terus kampanye demi melayani kaum elit.

Itulah mengapa, Plato menganggap penting mimesis dalam pendidikan. Jika ini ditarik pada wilayah politik, itu artinya para elit politik harus memberikan contoh yang baik agar generasi muda (milenial) yang sedang belajar politik dapat melihat prakteknya yang elok.

Nihilnya contoh perilaku politik baik, hanya akan mewariskan pesimisme dan apatisme generasi muda terhadap politik. Dan di puncak Pileg dan Pilpres, perilaku politik yang baik begitu ditunggu, bukan hanya agar meminimalisir angka golput, tetapi juga agar generasi muda lebih dewasa dan bisa memilih dengan rasional.