SUBANG – Dikarenakan ada peningkatan status dari level I normal menjadi level II waspada maka segala aktivitas diseputaran wilayah Gunung Tangkuban Parahu dinyatakan ditutup.

Jurnalis warga dalam jaringan, melaporkan Sabtu (3/8/2019). Setelah pemantauan di Desa Cicadas Kecamatan Sagalaherang Kabupaten Subang.

Gunung Tangkuban Parahu kembali erupsi pada Kamis 01 Agustus 2019 pukul 20.46 WIB, dengan durasi 11 menit 23 detik.

Kemudian pada Jumat 02 Agustus 2019, pukul 03.00 WIB, semakin meningkat yang menyebabkan kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal, condong kearah Utara dan Timur.

Erupsi ini terekam di seismograf dengan tekanan tremor letusan amplitudo 50 mm dan durasi tremor lebih dari 1 jam 42 menit.

Sabtu 03 Agustus 2019, pukul 00.00 s.d 18.00 WIB, masih terus terjadinya erupsi, tekanan tremor letusan beramplitudo 50 mm, durasi setiap tremor 1 jam 42 menit.

Berdasarkan peningkatan tersebut maka dapat disimpulkan hasil analisa data visual dan instrumental serta potensi ancaman bahaya disimpulkan hingga 2 Agustus 2019 pukul 08.00 WIB tingkat aktivitas gunung Tangkuban Parahu ditingkatkan menjadi level lI (Waspada).

Tingkat aktivitas gunung Tangkuban Parahu ini dapat dievaluasi kembali sesuai dengan adanya potensi perubahan tingkat ancaman atau bahaya aktivitas vulkanik.

Atas dasar peningkatan status GTP dari level I normal menjadi level II waspada serta kesimpulan bahaya direkomendasikan masyarakat di sekitar gunung Tangkuban Parahu dengan pengunjung atau wisatawan atau pendaki tidak mendekati kawah yang ada di puncak gunung Tangkuban Parahu dalam radius 1,5 km dari kawah aktif.

Kkawasan Taman wisata alam Tangkuban Parahu direkomendasikan untuk sementara ditutup sampai jarak aman di atas.

Masyarakat di sekitar gunung Tangkuban Parahu di Harap tenang beraktivitas seperti biasa tidak terpancing isu-isu tentang letusan gunung Tangkuban Parahu dan harap selalu mengikuti arahan dari BPBD setempat.

Masyarakat yang bertempat tinggal disekitar Gunung Tangkuban Parahu dalam krb 2 untuk selalu waspada dan tetap memperhatikan perkembangan kegiatan gunung Tangkuban Parahu yang dikeluarkan BPBD setempat

Pusat vulkanologi dan mitigasi bencana geologi selalu berkoordinasi dengan pemerintah Kabupaten Subang dan Bandung Barat dengan instansi yang terkait.

Rangkaian aktivitas peningkatan status GTP dari level I normal menjadi level II waspada, berlangsung dalam situasi aman dan kondusif perkembangan selanjutnya dilaporkan. (SG)