Connect with us

MEDIA

Betapa Beruntung Hidup di Indonesia

|

Suatu pagi saya tertegun di pintu masuk klinik Yayasan Pulih. Beberapa wajah asing, tampaknya dari Timur Tengah dan Afrika sedang duduk, mengisi form dan menunggu jadwal konseling. “Mereka refugees (pengungsi) dari Afganistan dan Sudan mbak,” seorang kawan menjelaskan.

Siangnya saya berkesempatan mengobrol dengan psikolog yang menangani para refugees. “Mereka yang dikirim ke sini, umumnya memiliki problem psikologis yang berat mbak. Kemungkinan ada keterbatasan anggaran dari organisasi yang membantu mereka sehingga hanya kasus berat yang diprioritaskan untuk penanganan”. Kasus berat meliputi depresi, keinginan suicide (bunuh diri) hingga tindak kekerasan.

Refugees yang ditangani di sini, sebagian orang kaya di negaranya, sehingga mampu membayar agen. Mereka juga banyak orang-orang pintar. Status refugees tidak memperbolehkan bekerja atau bersekolah, padahal bisa bertahun-tahun sebelum diterima negara tujuan. Terlebih banyak negara seperti Kanada, Amerika, dan Australia sekarang sangat ketat, bahkan menutup pintu bagi refugees,” jelas kawan saya lagi.

Melihat beban penderitaan dan kekosongan hati yang dialami para pengungsi, membuat saya berpikir betapa beruntungnya tinggal dan hidup di Indonesia. Hanya tugas kita menjaga jangan sampai terjadi disintegrasi yang dapat membawa kerusakan dan konflik berkepanjangan. Doa yang perlu didaraskan, menghadapi keputusan tanggal 22 Mei. Semoga damai selalu beserta negeri ini.

Catatan Dian Indraswari

Advertisement

Tinggalkan pesan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

POLITIKA15 jam lalu

Forum Aktivis 98 Jabar: Usut Tuntas Dalang Kerusuhan

POLITIKA – Forum Aktivis 98 Jawa Barat angkat bicara terkait perkembangan politik tanah air pascapemilu yang mengakibatkan kerusuhan pada 21-22...

EKBIS19 jam lalu

Banyak yang Bisa Membeli, Sedikit yang Bisa Merawat

Dede Farhan Aulawi | Pengamat Sosial SAAT seseorang belum memiliki sesuatu yang diinginkannya, maka ia menoba membangun mimpi dan berusaha...

SOSBUD1 hari lalu

Pesan Damai dari Tatar Parahiyangan

SOSBUD – Berlatar suasana lereng Galunggung Tasikmalaya, tugu Asmaulhusna menjadi saksi kota Tasik sebagai kota santri. Aksi Peduli dan Doa...

MEDIA2 hari lalu

Ambisi Elit Bisa Memicu Musibah Demokrasi

POLITIKA – Ketua Umum Perhimpunan Pergerakan Jejaring Nasional Aktivis 98, Anto Kusumayuda menyampaikan pernyataan keprihatinan, pascaricuh 22 Mei. Anto mengaku...

MEDIA3 hari lalu

Tak Ada Kebenaran Absolut, Semua Punya Versi Sendiri

Catatan Diella Dachlan | INI yang kalian mau? Negeri yang pernah indah dan damai tinggal kenangan, puing-puing dan trauma?. Kalau...

SOSBUD3 hari lalu

Tenaga Jiwa Hari Kebangkitan Nasional

20 Mei 1883 – Gunung Krakatau mulai meletus. 20 Mei 1908 – Organisasi Budi Utomo didirikan oleh para pelajar STOVIA...

SOSBUD4 hari lalu

Jebakan Batman Radikalisme dan Blunder Inkonstitusional

Ir. Dony Mulyana Kurnia | Ketua Umum DPP Barisan Islam Moderat (BIMA) dan Mantan Ketua Pemuda Reformasi Indonesia (PRI) Jabar...

POLITIKA4 hari lalu

Kemenangan Demokrasi dan Reformasi, Kemenangan Rakyat Indonesia

POLITIKA – Setelah penetapan rekapitulasi nasional Pilpres oleh KPU Pusat, Selasa dini hari, (21/5/2019). Pasangan calon nomor urut 01 Joko...

SOSBUD5 hari lalu

Istigasah dan Doa Bersama untuk Keselamatan Negeri

SOSBUD – Menghangatnya dinamika politik disikapi dengan berbagai cara. Menjelang penetapan hasil Pilpres 2019, Majelis Zikir Nur Muhamad, Forum Masyarakat...

POLITIKA5 hari lalu

Massa Menolak People Power di Balai Kota Tasik

POLITIKA – Unjuk rasa puluhan orang berlangsung di Balai Kota Tasikmalaya, Senin (20/5/2019). Aksi itu melibatkan beberapa elemen masyarakat, di...

Advertisement

Copyright © 2019 | MVP