EKBIS

Panas Bumi Galunggung Siap Dilelang

ISTIMEWA

TASIKMALAYA – Wilayah Kerja Panasbumi (WKP) Galunggung di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat siap dilelang bulan Juli 2019, bersama tiga WKP lainnya, yakni Sembalun di Nusa Tenggara Barat (NTB), Telaga Ranu di Maluku Utara, dan Gunung Wilis di Jawa Timur

Direktur Panasbumi, Kementerian ESDM, Ida Nuryatin Finahari, mengatakan, empat WKP itu saat ini sudah siap dikembangkan dan keempatnya akan dilelang ke pihak swasta.

Selain melelang empat WKP, lanjut Ida, pihak Kementerian ESDM juga akan menugaskan 2 WKP lainnya kepada BUMN panasbumi, yakni WKP Lainea berkapasitas 20 megawatt (MW) di Sulawesi Tenggara dan WKP Kotamobagu berkapasitas 140 MW di Sulawesi Utara. Penugasan WKP Lainea akan diberikan kepada PLN dan WKP Kotamobago ke Pertamina Geothermal Energy.

“Jadi ada empat WKP lelang, dan dua WKP penugasan,” katanya seperti dirilis Bisnis.Com Selasa (14/5/2019) lalu.

Sementara itu lapangan panasbumi Galunggung, wilayah kerjanya mencakup Kabupaten Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya dan Kabupaten Garut. WKP ini hanya berjarak beberapa kilometer saja ke arah selatan dari PLTP Karaha yang dikelola PGE.

Tahun 2016, lalu pihak Kementerian ESDM sempat melelang WKP ini. Dalam pengumuman lelang Nomor 01.10.10/WKP-8/KESDM/2016, disebutkan dari cadangan terduga yang ada di WKP Galungggung 160 MW, akan dikembangkan sebesar 110 MW, dengan target COD tahun 2024.

Pihak Kementerian ESDM pun sempat menggelar sosialisasi pemanfaatan panasbumi Galunggung kepada masyarakat Kabupaten Tasikmalaya. Bupati Tasikmalaya yang saat itu dijabat H. Uu Ruzhanul Ulum (sekarang Wakil Gubernur Jawa Barat) menyatakan mendukung pemanfaatan panasbumi untuk energi listrik.

Menurutnya, energi panasbumi sangat perlu untuk dieksploitasi, mengingat energi fosil seperti minyak bumi merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui sehingga dalam jangka waktu tertentu akan habis.

“Jika terus menerus digunakan lama kelamaan akan habis, ketergantungan kita pada energi fosil mencapai 95%, hal ini sungguh sangat ironis” tegas Bupati seperti dimuat tasikkab.go.id.

Panasbumi Galunggung sebenarnya telah lama dimanfaatkan warga dan pemerintah daerah, dari sisi pemanfaatan langsungnya. Air panasbumi yang melimpah di kaki Gunung Galunggung dimanfaatkan sebagai objek wisata. Dan ternyata, objek wisata Galunggung menjadi salah satu destinasi yang memiliki jumlah kunjungan tertinggi dari objek wisata lainnya yang ada di Kabupaten Tasikmalaya. (es)

Citizen Journalism

Komentari

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Laman ini didedikasikan untuk warga net mengedepankan kedekatan. Terbuka untuk terlibat menuangkan gagasan ke dalam tulisan dan mewartakan aktivitas lapangan sejalan dengan kaidah jurnalistik.

SIlakan bergabung.

Copyright © 2019 | MVP

Ke Atas