Sulit Pulang, Warga Garut Terjebak di Suriah

oleh -15 views

MEDIA – Warga Garut di Suriah terlilit masalah ekonomi. Herawati, istri Hilman terduga ISIS, yang masih berada di Suriah menghubungi keluarganya di Garut.

“Herawati ingin kembali ke Indonesia,” kata Nurzaman, sepupu Herawati di Garut. Namun karena kesulitan ekonomi keinginan itu tertunda hingga saat ini.

Nurzaman menuturkan, Herawati berangkat ke Suriah bersama Hilmi dan tiga anaknya sekira tahun 2017 dari Bandung melalui Bandara Ngurah Rai Bali – Singapura – Turki – Suriah.

“Kini Hilmi sudah meninggal akibat pertempuran di Suriah,” ujar Nurzaman seraya menuturkan Herawati telah memperlihatkan foto warga Pajagalan, Kelurahan Ciwalen itu saat tewas.

Sepeninggal suami, Herawati kerap minta bantuan keuangan kepada keluarganya. Apalagi kini kekuasaan ISIS di Suriah telah tumbang. Subsidi keuangan dari ISIS kepada pengikutnya terhenti.

Kondisi itu mendorong Hera berkomunikasi dengan keluarga di Indonesia, menyampaikan keinginan untuk pulang. Namun kesulitan karena patroli yang ketat di kota Raqqa. Pemerintah Suriah melakukan investigasi terhadap warga yang berasal dari luar Suriah.

Selain itu, Herawati masih ragu kembali ke Indonesia, karena sudah terlanjur dicap sebagai teroris, dan harus menjalani hukuman terlebih dahulu bagi WNI yang kembali dari Suriah.

Nurzaman mengaku pihak keluarga sangat merasa kehilangan. Terutama ibunya, Ika Kartika. Pihak keluarga memohon Pemerintah Indonesia memberikan solusi bagi Herawati dan tiga anaknya — Nada Kalisa (8), Kamil (6), dan Jundulloh (1) — agar dapat dikembalikan ke Indonesia.