GARUT – Kantor Dinas PUPR Garut Jl. Raya Samarang Kec. Tarogong Kidul Kab. Garut disambangi aksi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Garut menyikapi problematika penyerapan anggaran di Dinas PUPR Kab. Garut. Aksi dipimpin Koorlap Wildan M Ramdan dengan estimasi massa 15 Orang.

Aspirasi yang disampaikan massa pengunjuk rasa HMI Cabang Garut, yaitu: Turunkan Kepala Dinas PUPR karena telah Gagal dalam Upaya pemerataan pembangunan di Kab. Garut. Kepala Dinas PUPR untuk bertanggungjawab atas gagalnya penyerapan anggaran di Kabupaten Garut. Prioritaskan Pembangunan yang dirasakan langsung oleh masyarakat Kabupaten Garut. Mempertanyakan tentang pembangunan SOR Ciateul, Art Center dan Pasar Leles yang sampai saat ini belum mendapat kejelasan tentang pembangunan tersebut.

Pukul 12.30 WIB Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Garut diterima oleh Kadis PUPR Drs. H. Uu Saepudin, ST., M.Si. dan didampingi oleh Sekdis PUPR Sdr. Jujun Juansyah.

“Terkait dengan Tuntutan dari HMI untuk meminta penurunan Kadis PUPR, saya menyerahkan semuanya kepada Pimpinan.
Anggaran untuk tahun ini terbatas karena adanya kegiatan pesta demokrasi Pileg dan Pilpres, dan sesuai dengan surat edaran dari PPK tidak boleh ada pelaksanaan kegiatan, kata H.Uu, Kepala Dinas PUPR.

Dinas PUPR pada bulan Januari 2019 telah mengusulkan untuk pelelangan melalui ULP, dan terealisasikan pada bulan April 2019. Dokumen sudah di siapkan untuk penyerapan anggaran akan tetapi masih menunggu antrian untuk mendapatkan penyerapan anggaran tersebut.

Untuk Pembangunan SOR Ciateul, Art Center dan Pasar Leles banyak terjadi hambatan di lapangan meskipun demikian proses pembangunan masih tetap berjalan sampai sekarang.

Sekitar pukul 14.50 wib, aksi berakhir selesai, situasi berlangsung aman dan kondusif. Jurnalis warga melaporkan, Selasa (16/7/2019). (SLM)