Pesan Raja Jayabaya Tetap Aktual

oleh -70 views

SOSBUD – Petikan ramalan Jayabaya. Memiliki kemiripan dengan kondisi saat ini. Jayabaya adalah Raja Daha, Kediri Tahun 1.222 Masehi :

“Ono Ratu kinuyo-kuyo, mungsuhe njobo njero, ibarat endhog ingapit selo gampang pecahe. Nanging rinekso Hyang Suksmo. Mungsuhe kaweleh-weleh. Ratu mau banget teguhe. Kinuyo-kuyo ora rinoso, malah suko raharjo kaesi mbelani negoro sigar semangka. Hambek utomo tan duwe pamrih. Ratu mau putrane mbok rondho kasiyan.”.

“Ada pemimpin yang dikejar-kejar/dicari cari kesalahannya. Lawannya ada di luar dan di dalam lingkaran kepemimpinannya. Ibarat telur dijepit batu mudah pecah. Namun dia dijaga Yang Mahakuasa (sehingga) lawannya satu demi satu terbuka aibnya. Pemimpin tersebut sangat teguh (meski) dicari-cari kesalahannya, tidak dirasakan justru menebar sukacita tenteram bahagia.
Demi membela negara (supaya tidak) terbelah. Sifatnya berbudi utama tanpa pamrih. Pemimpin tersebut anaknya seorang janda.”

Petikan pesan itu menginspirasi aksi peduli dan doa untuk negeri, mengawal kemenangan Jokowi-Amin hari ke-21. Semakin meneguhkan langkah.

Tampak Abdul Salam Nur Ahmad S.Ag (Sekjen Gerakan Indonesia Satu), Dede Heri S.IP (Ketua KPPSMI Jabar), Indra Permana S AP (Kord Nasional Jaringan Tokoh Simpul Masyarakatn Desa), Igi Saputra (Ketua Kampung Literasi Haruman untuk Pencerahan Indonesia).

“Napak tilas perjuangan para raja-raja nusantara, para aulia, ulama, pahlawan, dan pendiri bangsa, untuk menggali spirit perjuangan dalam mengabdi dan mempertahankan NKRI, penting dilakukan,” kata Abdul Salam Nur Ahmad.

Menurutnya, sejarah Indonesia tidak lepas dari perjuangan para raja-raja Nusantara, salah satunya, Raja Daha Kediri, menyampaikan pesan untuk direnungi.

“Raja Kediri Jayabaya yang hatinya jernih, mampu menembus (mererawang keadaan) ratusan tahun sesudahnya,” katanya.

Ramalan Jayabaya memberikan hikmah dan arti bagi kita dalam Indonesia kekinian, bagaimana perjuangan Jokowi dalam mengelola bangsa dan negara ini mendapat halangan dan rintangan bisa dilalui dengan kesabaran, kegigihan dan kesederhanaan.

“Apalagi dalam perjalanan kontestasi Pilpres dengan begitu gencar berbagai gempuran, bulian, fitnah, hoaks bisa dilalui berbuah kemenangan yang diraih bersama Bapak Kh Maruf Amin,” kata kata aktivis pergerakan 98, alumni IAIN Bandung itu.

Dari pesan Joyoboyo dalam Indonesia kekinian, menurut dia mengartikan bahwa Jokowi-Amin adalah pelanjut amanah perjuangan para raja raja nusantara, para aulia, para ulama, para pahlawan yang telah berjuang mengabdi untuk Indonesia.