Oleh: Nurdin Qusyaeri* 3 April tahun 1950, Mohammad Natsir menyampaikan pidato di depan Forum Sidang Parlemen Gabungan Negara Republik Indonesia (RI) dan
Tag: interlude
Daya Sentak Teater
Pandu Hamzah Membaca status teman-teman hari ini tentang Hari Teater, saya teringat Teater Sado yang pementasannya baru sekitar dua minggu lalu saya
Grup WA dan Kita
Oleh: Roni Tabroni Seberapa banyak grup WA yg ada di gadget kita? Mungkin ada 10, atau lebih dari 30. Untuk satu komunitas
Di Balik Literasi
Literasi Tak Sekedar Baca Tulis
Keandalan dan Kesahihan
Ivan Lanin Dua konsep menarik yang saya pelajari sewaktu mengerjakan tesis tempo hari adalah keandalan (reliabilitas, reliability) dan kesahihan (validitas, validity) data. Secara sederhana, keandalan
Eufimisme Para Petarung Probabilitas
Pandu Hamzah Entah dalam rangka bersopan santun atau apa. Banyak media massa yang menyebut “bintang film porno” menjadi “bintang film dewasa” Eufimisme
Perlu Edukasi Migas Lebih Masif
Oleh: Siti Widharetno Mursalim Migas dari dulu seolah-olah hanya miliki elit. Padahal tidak ada masyarakat yang terhidari dari isu migas. Bahkan kehidupan
Eceran Koran Keteteran
Kelik NW Pikiran Rakyat, koran harian terbesar di Jawa Barat, Usman hanya bisa menjual tiga eksemplar, sehari. “Itu harganya belum naik, apalagi
Titiek Soeharto: Agar Mandiri, Pendidikan Rakyat Harus Jadi Prioritas
Rakyat berpendidikan rendah dan kurang memiliki keahlian seharusnya mendapatkan perlindungan pemerintah dari ancaman tenaga kerja asing tak terdidik. Semestinya kesempatan kerja di
Bangunan Sosio-Demokrasi a la Para Pemuda Cimande
Dalam pidatonya pada 1 Juni 1945, Soekarno menawarkan konsep sosio-demokrasi sebagai jalan untuk membangun kesejahteraan sosial yang merata. Konsep ini kemudian menginspirasi
Mengenalkan Islam Nusantara di Belanda
Amin Mudzakir Kemarin siang, sehabis shalat Jumat, saya berbincang dengan KH Ahmad Hambali Maksum. Beliau adalah salah satu sesepuh masyarakat Indonesia di
Kertajati
Dahlan Iskan Penumpang dipersilakan naik pesawat. Citilink jurusan Medan segera berangkat. Tidak ada yang antri. Tidak ada panggilan kedua. Pun panggilan terakhir.
Penjaga Budaya dan Hayati
Asep Budi Setiawan Sahabat, saya bertemu Kang Ade Suherlin, beberapa tahun lalu. Dia mengeluhkan situasi bangsa ini yang makin carut marut. Mengapa
Selamat Tinggal Pemimpin Feodal
Fahri Hamzah Sekarang, lihat sekeliling calonmu, atau partaimu, siapa yang di sekitarnya paling banyak pengkhianat dan orang munafik. Mereka sekedar basa-basi, seolah
Pembangunan Berkeadilan
Budiman Sudjatmiko Kita pasti sering mendengar istilah “pembangunan berkeadilan”. Kata ini sering digunakan oleh para pengamat di televisi ataupun para kolumnis di
Merdeka Berpikir
Asep Budi Setiawan Sahabat, sebuah proses belajar yang tidak lazim kerapkali ditunjukkan Dahlan Iskan (DI) kepada stafnya, dulu, di Jawa Pos. DI,
- Sebelumnya
- 1
- 2
- 3
- 4
- …
- 6
- Berikutnya
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.
















