POLITIKA – Aksi peduli dan doa untuk keselamatan negeri terus berlangsung.
Napak tilas perjuangan para pahlawan, diiringi suasana hari ke-24 Ramadan, semakin membulatkan tekad aktivis muda pergerakan menggali hakikat dan makrifat berbangsa dan bernegara. Indonesia harus selalu dijaga sebagai amanah perjuangan para pahlawan yang sekaligus amanah karunia Allah Swt.

Menyimak pengungkapan atas aksi rusuh 21 – 22 Mei oleh aparat kepolisian, sungguh memperihatinkan, mulai dari upaya makar, aksi perusakan, bakar membakar, sampai perencanaan pembunuhan tokoh nasional.

Sekjen Gerakan Indonesia Satu, yang juga merupakan tokoh aktivis 98, Abdul Salam Nur Ahmad mengatakan, pemerintah dalam hal ini aparat penegak hukum harus menuntaskannya, jangan sampai meninggalkan misteri tanda tanya.

“Harus tuntas dengan membongkar dan menangkap dalang dan otak dari semua skenario dan konspirasi aksi 21 – 22 Mei, siapa pun yang terlibat harus ditangkap dan diproses secara hukum. Kalau tidak dituntaskan akan menjadi preseden buruk kedepan,” kata Abdul Salam Nur Ahmad S.Ag.

Siapa pun yang terlibat apakah orang, lembaga parpol atau ormas, menurutnya, harus ditindak tegas diproses secara hukum, ketegasan penting untuk menyelamatkan kepentingan lebih besar bangsa dan negara.

Dalam perjalanan aksi peduli napak tilas itu tampak hadir Igi Saputra (Ketua Kampung Literasi Haruman), Indra Saputra S.AP (Koordinator Nasional Jaringan Tokoh Simpul Masyarakat Desa), Abdul Salam Nur Ahmad (Sekjen Gerakan Indonesia Satu), Dede Heri S.IP (Ketua KPPSMI Jabar), Wahyu Hidayat (Ketua Forum Demokrasi Masyarakat Desa) dan Siti Ratna Maymunah (aktivis perempuan – Bersinar Centre). (As SGD).