SOSBUD – Berlatar suasana lereng Galunggung Tasikmalaya, tugu Asmaulhusna menjadi saksi kota Tasik sebagai kota santri. Aksi Peduli dan Doa untuk Kedamaian Negeri menginjak hari ke-19.

Napak tilas perjuangan para aulia, para ulama dan para pendiri bangsa dalam merebut kemerdekaan, memperteguh langkah tekad perjuangan para tokoh muda pergérakan untuk tiada henti napak tilas menggali spirit perjuangan Merah Putih serta memohon pada Allah agar bangsa dan negara ini selalu dilindungi dan dianugrahi kedamaian serta persaudaraan, kebersamaan sesama anak bangsa.

Sekjen Gerakan Indonesia Satu, Abdul Salam Nur Ahmad mengatakan peristiwa 21 – 22 Mei 2019 aksi massa yang berujung aksi perusakan dan bentrokan menjadi pembelajaran, menjadi hikmah bagi kita semua anak bangsa, apalagi pada saat bulan Ramadan.

“Indahnya puasa jangan dicederai oleh kemarahan dan aksi anarkistis, apalagi berkelahi, bentrokan saling menyerang sesama anak bangsa. Sebaiknya kekecewaan dalam politik, disikapi dengan kedewasaan, kenegarawanan. Apalagi dalam alam reformasi demokrasi, kekecewaan dengan hasil Pilpres sudah ada salurannya dijamin konstitusi, diadukan digugat ke MK, bukan di selesaikan di jalanan, sehingga berujung aksi anarkis yang merugikan semua pihak,” kata Abdul Salam Nur Ahmad.

“Peristiwa aksi anarkis 21 – 22 Mei sebagai momentum evaluasi, refleksi, kita semua seluruh anak bangsa, bahwa aksi kekerasan tidak akan menyelesaikan persoalan. Untuk meneduhkan memberikan kedamaian pada negeri ini paska Pilpres, tiada lain sangat diharapkan kenegarawanan Jokowi – Maruf bersama Prabowo – Sandiaga Uno untuk bertemu membicarakan persoalan kebangsaan dan kenegaraan paska kontestasi Pilpres demi bangsa dan negara untuk memberikan ketenangan dan kedamaian pada seluruh pelosok negeri ini “, kata aktivis pergerakan 98 itu.

Ketua KPPSMI Jabar, Dede Heri S.IP, mengatakan Indonesia telah melewati ujian besar peristiwa aksi 21- 22 Mei berkat kesiapsiagaan seluruh aparat keamanan, serta kesiapan KPU, Bawaslu dalam menuntaskan rekapitulasi nasional dan mengesahkan hasil penghitungan Pilpres 2019.

“Apa pun permasalahan dampak aksi 21 -22 Mei, biar diselesaikan diproses sesuai hukum yang berlaku,” katanya.

Koordinator Nasional Jaringan Tokoh Simpul Masyarakat Desa, Indra Permana S.AP, mengajak mengawal proses demokrasi dengan damai. “Jangan pertontonkan kekerasan pada anak generasi kita, akan merugikan generasi ke depan”, kata Indra, .

Igi Saputra, Ketua Kampung Literasi Haruman untuk Pencerahan Indonesia, meyakini Jokowi-Amin dan Prabowo-Sandi akan bertemu duduk satu meja membicarakan persoalan kebangsaan dan kenegaraan kedepan paska Pilpres, dalam suasana kebersamaan dan kejernihan hati”, kata Igi Saputra, (As-SGD)**