Tidak terasa Kab. Sukabumi pada 2020 akan menghadapi hajat rutin. Pesta demokrasi “Pilkada” akan kembali memilih Bupati dan Wakil Bupati untuk masa jabatan 2020 – 2025. Tim jurnalis warga dalam jaringan melakukan kajian dan studi lapangan untuk memotret lebih dalam dinamika politik pilkada Sukabumi.

Walau pun masih setahun lagi, ingar-bingar pesta demokrasi Pilkada sudah terasa. Mulai dari dinamika dalam opini maupun dinamika di tengah tengah masyarakat, apalagi waktu yang tidak beda jauh paska Pilpres, suhu panas pilpres masih terasa di tengah tengah masyarakat, kemudian energi suhu politiknya mulai beralih pada Pilkada Kab. Sukabumi.

Mencermati dan mengamati dinamika yang terjadi dengan kemunculan beberapa tokoh yang layak dan akan tampil manggung ikut dalam kontestasi Pilkada, mulai dari incumbent, tokoh lama maupun baru, di antaranya H.Marwan Hamami bersama Ajo Sarjono sebagai incumbent calon kuat yang akan bertarung kembali, muncul sebagai figur alternatif H. Iyos Somantri (Sekda) birokrat ulung mulai digadang gadang sebagai figur baru untuk menampilkan suasana baru. Tak kalah, dua tokoh perempuan Sukabumi, Dr. Reny dari PPP, politisi senayan, Desy Ratnasari, Politisi dari PAN, sebagai figur artis poouler, kalau maju akan menjadi ancaman bagi petahana.

Sederet nama lain tokoh partai PAN, Iman Adinugraha, namanya sangat diperhitungkan, Hendar Darsono, politisi demokrat, yang memiliki peluang sebagai alternatif pasangan Marwan apabila pecah kongsi dengan Ajo Sarjono.

Tidak ketinggalan Jaenudin, politisi kawakan dari PDIP yang terpilih ke DPRD Propinsi akan memain kartunya apakah akan maju atau menyerahkan kendaraan partainya pada kader atau yang lain.

Diam-diam politisi senior Kab.Sukabumi H. Ucok Haris Maulana sedang ancang ancang akan meramaikan Pilkada, sosok H. Ucok sangat berpengaruh menjadi bandul dalam dinamika Pilkada Kab.Sukabumi. Salah satunya dengan merapat ke Marwan, H. Ucok dengan jeli mengetahui H. Marwan yang memenangi Pilkada yang lalu. Apakah H.Ucok akan melamar ke PDIP untuk ikut bertarung dalam Pilkada 2020.

Pertarungan Gagasan Vs Politik Indentitas
Dinamika pilkada 2020 akan ada suasana yang beda dengan pilkada sukabumi yang lalu. Dinamika pilkada 2020 akan diwarnai polarisasi pilpres, permainan politik indentitas akan mewarnai dinamika politik pilkada sukabumi.

Apalagi kalau H.Marwan pecah kongsi dengan Ajo, Ajo akan mengambil koalisi dengan Iyos Somantri menjadi pasangan alternatif yang akan diambil koalisi PKS, Gerindra. Incumbent H.Marwan akan mengambil wakilnya apakah itu DR.Reny, atau Hendar Darsono. Golkar sudah dipastikan salah satu koalisinya Demokrat dengan kedekatan antara H.Marwan dengan Hendar Darsono.

Dengan kondisi itu apakah PDIP akan merapat ke petahana dan bebeberapa partai pengusung Jokowi-Amin, atau akang membangun poros ketiga bersama partai lain yang belum bergabung atau memiliki calon lain selain Marwan, Ajo, Iyos, Hendar.

Kalau terjadinyà koalisi calon yang mengikuti konfigurasi politik kolisi pilpres, dinamika politik pilkada sukabumi akan diwarnai pertarungan antara politik program atau politik indentitas, atau kita semua terjebak dalam politik indentitas. Semoga kita semua dewasa dalam berpolitik menghindari terjadi politik indentitas dalam hajat demokrasi Pilkada Sukabumi 2020. (Haraqi Siliwangi).