SUKABUMI – Kondisi kabel listrik yang berada di RT 02 Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, sangat meresahkan warga. Sebab, kabel yang seharusnya berada di atas, turun ke bawah setinggi pinggang orang dewasa.

Menurut salah satu tokoh pemuda dan aktivis HMI Palabuhanratu Fikrie, kondisi itu meresahkan warga.

“Saya risau dengan kabel yang menjulur ke bawah, karena ini kabel bertegangan tinggi bahkan sayapun harus merangkak jika melewati tempat ini, selain itu kabel listriknyapun bisa terjangkau oleh anak anak sangat memahayakan,” kata Ketum HMI Komisariat STISIP Palabuhanratu itu.

Kondisi kabel listrik seperti itu sangat mengancam keselamatan warga khusunya anak-anak kecil. Banyak warga sekitar yang lalu lalang melewatinya, hal ini seharusnya merupakan bagian yang harus diperhatikan PLN dalam menjaga keselamatan warga dan dalam pelayanan kepada masyarakat.

“Waktu itu sekitar 6 bulan kebelakang masyarakat sudah melaporkan ke pihak PLN dan pihak PLN pun datang, tapi disyangkan mereka hanya melihat-lihat saja dan menebang 1 pohon kelapa. Setelah itu sudah mereka pulang dan sampai saat ini tidak ada perbaikan kembali. Jujur saya kecewa dengan pelayanannya apakah menunggu korban dulu baru diperbaiki,” ujar Fikri.

“Karena sudah lama tidak ada tindak lanjut dari Pihak PLN, sekitar satu bulan ke belakang saya pun datang kekantornya untuk menanyakan terkait dengan tindak lanjut perbaikan kabel listrik yang meresahkan warga itu,” katanya.

Namun menurut Fikri mendapatkan jawaban yang tidak pasti, mereka bilang atasannya sedang tidak ada dan belum ada alatnya. Karena butuh alat berat untuk memperbaikinya.

Selain itu, Fikri juga mengatakan, ada tiang listrik yang akan jatuh dan menimpa warung-warung, untung saja masih tertahan oleh kabel besar yang ditahan oleh pohon kelapa.

“Ada dua titik pertama kabel listrik yang menjulur ke bawah dan tiang listrik yang berpotensi akan menimpa warung warga sekitar” jelas Fikri.

Fikri mengharapkan, pihak PLN bisa segera mengambil tindakan sebelum adanya korban. Jurnalis warga DedeHeri melaporkan. (DH)**