POLITIKA – Setelah penetapan rekapitulasi nasional Pilpres oleh KPU Pusat, Selasa dini hari, (21/5/2019). Pasangan calon nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin menang di 21 provinsi. Sedangkan paslon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menang di 13 provinsi.

Jokowi-Ma’ruf unggul dengan 85.036.828 suara atau 55,41 persen. Sementara Prabowo-Sandi mendapatkan 68.442.493 suara (44,59 persen). Selisih perolehan suara di antara keduanya mencapai 16.594.335.

“Kami mengucapkan selamat pada pasangan Jokowi Amin atas Kemenangan yang diraih, telah mendapatkan mandat kepercayaan dari seluruh rakyat Indonesia untuk memimpin dan tata kelola negara Indonesia periode 2019 – 2024. Semoga Kepercayaan dan Kemenangan yang diraih senantiasa dalam naungan pancaran cahaya Allah penuh rahmat dan keberkahan,” ujar Sekjen Gerakan Satu, Abdul Salam Nur Ahmad.

Menurutnya, kemenangan pasangan Jokowi-Amin dalam Pilpres 2019 adalah kemenangan kekuatan demokrasi, kemenangan reformasi dan kemenangan rakyat Indonesia.

“Setelah melewati dinamika politik kebangsaan, pro kontra mampu dilewati dengan kesabaran yang akhirnya KPU Pusat menetapkan rekapitulasi nasional Pasangan Jokowi Amin menang mengungguli pasangan Prabowo-Sandi,” katanya.

Kemenangan pasangan Jokowi-Amin, menurutnya, berkat kebersamaan, persatuan semuan kekuatan reformasi dan kekuatan demokrasi dalam mengawal transisi demokrasi yang akan merebut kembali kekuasaan lama, kekuasaan yang otoriter rezim Soeharto.

“Paska penetapan rekapitulasi nasional hasil Pilpres, semua kekuatan reformasi, kekuatan 98 bersama rakyat, bersatu dengan ummat harus mengawal kemenangan yang telah diraih sampai pelantikan pada 20 Oktober 2019 menjadi Presiden dan Wakil Presiden periode 2019 – 2024,” ujar tokoh Perhimpunan Pergerakan Jejaring Nasional Aktivis 98 itu.

Diyandaskan, setelah penetapan hasil rekapitulasi nasional Pilpres 2019, kalau masih ada kekuatan atau pihak pihak yang menolak dengan melakukan aksi inkonstitusional, apalagi akan berbuat makar menggulingkan pemerintahan yang sah, Pemerintah dalam hal ini Kapolri dan Panglima TNI harus menindak tegas. Bila perlu menangkap untuk menyelamatkan kehidupan berbangsa dan bernegara dan menyelematkan rakyat Indonesia.

“Selamat untuk rakyat Indonesia, selamat untuk Bapak Jokowi dan Bapak KH.Ma’ruf Amin. Kemenangan Jokowi-Amin adalah Kemenangan Rakyat Indonesia,” katanya.