Connect with us

POLITIKA

Pulau Jawa Medan Berat PDIP

|

Kader dan simpatisan PDI Perjuangan saat mengikuti Apel Siaga PDI Perjuangan Setia Megawati, Setia NKRI di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, 11 Mei 2018. ANTARA/Mohammad Ayudha

JAKARTA – Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDIP Hendrawan Supratikno membeberkan kans kemenangan dalam pemilihan kepala daerah alias pilkada serentak 2018 di Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah.

Hendrawan mengakui PDIP kesulitan memenangi pilgub di ketiga provinsi besar ini. Di Jawa Barat, misalnya, Hendrawan mengatakan peluang untuk menang cukup berat. “Elektabilitas pasangan calon kami terus naik. Mudah-mudahan tidak mengecewakan meski kans menang memang berat,” katanya kepada Tempo, Senin, 25 Juni 2018.

Di Jawa Barat, PDIP mengusung pasangan TB Hasanuddin dan Anton Charliyan. Elektabilitas pasangan ini sekitar 5 persen menurut beberapa lembaga survei. Jauh dari kandidat lain.

Di Jawa Timur, Hendrawan melanjutkan, peluang menang masih ada. Merujuk beberapa lembaga survei, elektabilitas pasangan yang diusung koalisi PDIP, pasangan Saifullah Yusuf dan Puti Guntur Soekarno, kalah tipis dari pesaingnya, Kofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak.

Hasil survei Charta Politika pada 23-29 Mei lalu, misalnya, mencatat elektabilitas Gus Ipul-Puti 43,8 persen, sedangkan Khofifah-Emil 44,6 persen. Selisih keduanya masih berada pada rentang margin of error 2,8 persen.

Hendrawan mengatakan PDIP memproyeksi selisih akhir hasil pilgub nanti juga tak akan terpaut jauh. “Siapa pun yang menang, marginnya hanya 3 sampai 4 persen, tipis,” ujarnya.

PDIP jauh lebih optimis di pilgub Jawa Tengah. Di daerah yang menjadi basis massa partai berlambang kepala banteng ini, pasangan Ganjar Pranowo dan Taj Yasin Maimoen diunggulkan semua survei.

Ketua Dewan Pengurus Daerah PDIP Jawa Tengah Bambang “Pacul” Wuryanto menuturkan elektabilitas Ganjar-Yasin berada di angka 63 persen. Angka itu diperoleh dari hasil survei harian yang dilakukan PDIP pada Sabtu, 23 Juni.

“Komposisinya Ganjar 63 persen, Sudirman Said 26,2 persen, undecided voter 10,8 persen,” ucapnya ketika dihubungi pada Senin.

Bambang mengatakan survei itu melibatkan 700 responden yang diwawancara langsung dengan metode multistage random sampling, margin of error 3,8 persen, dan tingkat kepercayaan 95 persen.

Dari ketiga proyeksi di atas, PDIP berharap bakal mendapat kontribusi suara dari pemilih mengambang saat hari H pilkada serentak 2018. “Bila asumsi kami benar bahwa konstituen kami jarang terjangkau survei atau masuk undecided voter, kami optimis hasilnya jauh lebih baik daripada perkiraan awal,” tutur Hendrawan. (TEMPO)

Advertisement

Komentari

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Advertisement

Terhangat

Copyright © 2018 | MVP