Connect with us

POLITIKA

Seandainya Ada Kemungkinan Ganti Cawapres Jokowi?

|

POLITIK adalah drama. Bukan hanya penuh intrik. Di dalamnya juga terdapat berbagai plot twist yang tak terduga. Peristiwa yang menimpa Mahfud MD adalah salah satunya. Akankah ada plot twist lain dari kubu Jokowi?

Dua pasang calon sudah mendaftarkan diri ke KPU. Pasangan Jokowi-Kiai Ma’ruf sejauh ini diagendakan akan melawan Prabowo-Sandiaga Uno pada Pilpres mendatang. Namun, kita belum bisa memastikannya.

Ada satu tahapan lagi yang harus dilewati para kandidat ini. Setelah resmi terdaftar secara administratif, mereka dijadwalkan menjalani tes kesehatan Minggu besok (12/8). Jika semua lolos tes kesehatan dan dianggap mampu mengemban tugas, barulah mereka bisa ditetapkan sebagai kandidat resmi dalam pilpres 2019 mendatang.

Namun, jika salah satu dari kandidat dinyatakan tidak lolos tes kesehatan. Merujuk pada peraturan KPU dan alur pendaftaran pasangan calon, mereka akan diminta untuk mengusulkan perubahan calon. Di sini, tahap administrasi perlu dilalui sekali lagi.

22-24 Agustus, menilik jadwal KPU, pihak yang dinyatakan tidak lolos materi administrasi atau tidak lolos tes kesehatan, akan diminta melakukan verifikasi perbaikan dan/atau melengkapi ulang persyaratan bakal calon.

Tanggal 25-27 Agustus, bila hasil verifikasi itu beres, mereka diminta memasukkan pemberitahuan tertulis hasil verifikasi administrasi itu. 28 Agustus-10 September 2018, mereka perlu mengusulkan bakal pasangan calon pengganti oleh pihak yang usulannya tidak memenuhi syarat. Opsi untuk mengganti kandidat tersedia di sini.

Baru 11-14 September nanti, mereka perlu melakukan verifikasi kelengkapan dan kebenaran dokumen persyaratan administratif. Setelah itu, kandidat resmi akan diumumkan KPU.

Dari komposisi kandidat yang ada, publik mempertanyakan ihwal kesiapan dan kesanggupan KH. Ma’ruf Amin untuk mengemban tugas sebagai calon wakil presiden—mengingat usianya yang sudah 75 tahun. Belakangan bahkan beberapa media, misalnya Kumparan, mulai mengulik kondisi kesehatan ketua umum MUI tersebut.

Menurut berita di website Kumparan, berdasar sumber dari MUI mengatakan bahwa beliau pernah menderita penyakit asam urat, namun sumber tersebut meyakinkan bahwa Kiai Ma’ruf dalam kondisi bugar dan prima. Namun, tetap saja, masih ada sebagian publik yang beratanya-tanya.

Apalagi, seperti diberitakan era.id, Kiai Ma’ruf Amin pada Juli 2016 pernah menjalani perawatan di RS Pusat Otak Nasional (RSPON), Cawang, Jakarta Timur. Sebelum dirawat, putri Maruf Amin, Siti Makrifah mengungkapkan kondisi sang ayah yang mengalami bengkak di kakinya.

Akankah ini menjadi plot twist lainnya? Sebagian pendukung Jokowi yang menganggap pilihan cawapres jagoannya itu ‘dipaksakan’ dan cenderung penuh tekanan parpol pendukung koalisi, sejauh ini yang kecewa banyak yang menyatakan akan golput—bahkan berusaha mengkonsolidasi dukungan untuk mendelegitimasi ajang pilpres 2019 mendatang.

Mereka menganggap bahwa pilihan cawapres Jokowi merupakan buah dari proses yang kurang ideal. Apalagi jika mengingat ada drama gagalnya Mahfud MD menjadi cawapres—padahal beliau sudah bersiap-siap di seberang Pelataran Menteng di hari di mana paket diumumkan. Mahfud juga disebut-sebut sebagai kandidat yang sebenarnya diinginkan Jokowi.

Di sinilah persimpangannya, harapan para pendukung Jokowi yang kecewa seandainya cawapres Jokowi diganti, bisa dipenuhi dengan opsi bisa mengganti kandidat ini—jika tidak memenuhi syarat administratif atau tes kesehatan. Bagi Jokowi sendiri, agak riskan juga jika kehilangan dukungan dari pendukung fanatiknya, hanya karena mereka kecewa terhadap pilihan wakil ini.

Apakah celah ‘tes kesehatan’ ini akan digunakan? Apakah celah administratif dan tes kesehatan ini bisa dimanfaatkan Jokowi untuk merevisi wakilnya dan mengembalikan lagi dukungan serta antusiasme publik kepadanya? Mungkin saja. Kita tak pernah tahu ke mana arah bidak dalam papan carur politik.

Namun, jika itu diambil, siapa yang akan dipinang atau disodorkan kepada Jokowi? Apakah NU akan menerima begitu saja? Tentu ini juga merupakan kesempatan lain untuk melakukan lobi dan negosiasi ulang bagi parpol pengusung lainnya.

Menarik untuk melihat drama apa yang akan terjadi selanjutnya. Apakah kita akan memiliki dua kandidat pasangan yang sudah fix dan final? Ataukah masih ada kemungkinan lain untuk berubah—melihat bahwa aturan sebanarnya memungkinkannya? Kita tunggu kelanjutan dramanya.

Di atas semua itu, kita doakan semua kandidat sehat dan bugar—terutama KH Ma’ruf Amin. Agar dapat lolos tes kesehatan tanpa penghalang apapun. Mari kita songsong Pilpres 2019 mendatang dengan penuh sukacita. Semoga semua kandidat baik-baik saja, memberi sebesar-besarnya kemaslahatan untuk Bangsa.

Tabik!

FAHD PAHDEPIE

Advertisement
Terimakasih telah berkunjung

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Advertisement

Copyright © 2019 | MVP